INDUSTRY.co.id, Manggarai Barat – Liburan berarti kebahagiaan. Bagi Jurgen Perjul (55) dan Astrid Perjul (57), pasangan suami istri dari Austria, liburan ke Indonesia justru berakhir maut. Minggu (24/5/2026) siang, keduanya tewas setelah jatuh dari jembatan gantung kayu di objek wisata Air Terjun Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Sebagaimana yang ramai diberitakan media lokal dan viral di dunia maya, Jembatan Ambruk saat Mereka Melintas kira-kira pukul 11.30 WITA. Jurgen dan Astrid sedang menikmati keindahan Cunca Wulang.
Mereka berjalan menyeberangi jembatan gantung kayu yang menjadi akses utama menuju air terjun. Tiba-tiba, papan kayu di bawah kaki mereka patah. Kedua turis jatuh bebas dari ketinggian sekitar 10 sampai 20 meter, menghantam hamparan batu sungai di bawahnya.
Tim gabungan yang terdiri dari SAR, kepolisian, dan tenaga medis tiba di lokasi sekitar pukul 13.00 WITA. Namun, keduanya sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
"Keduanya langsung jatuh ke bawah, tepat di atas bebatuan. Mereka dipastikan telah meninggal dunia saat tim gabungan tiba," kata Fathur Rahman, Kepala Kantor SAR Maumere, Minggu (24/5) sore.
Jenazah kedua korban kemudian dievakuasi dan disemayamkan di Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD Komodo, Labuan Bajo.
Jembatan Sudah Lapuk, Tidak Ada Peringatan
Hasil olah TKP awal menunjukkan jembatan yang menjadi biang kelaki sudah sangat rapuh. Jembatan gantung berbahan papan kayu itu lapuk dan berlubang besar di bagian tengah pijakan. Kondisi ini sangat berbahaya, namun tidak ada tanda peringatan atau pembatasan akses untuk pengunjung.
"Jembatan ini sudah rusak, kayunya lapuk. Papan yang kami pijak tiba-tiba ambruk," ujar salah satu saksi yang tidak ingin disebutkan namanya dalam laporan yang viral di media sosial.
Fakta ini bukan tanpa dasar. Penelitian tahun 2025 tentang pengembangan Cunca Wulang oleh Dinas Pariwisata Manggarai Barat mencatat bahwa meskipun beberapa fasilitas publik seperti toilet, pos jaga, dan papan informasi sudah ada, infrastruktur utama masih belum memadai. Tanda bahaya sudah tampak, tetapi tidak ada tindakan perbaikan atau penutupan.
Viral di Media Sosial, Netizen Menuntut Pertanggungjawaban
Tragedi ini menjadi viral di berbagai platform media sosial. Video momen evakuasi jenazah kedua turis Austria beredar luas di Instagram dan grup WhatsApp wisata, memicu kemarahan publik terhadap manajemen Cunca Wulang dan pemerintah daerah.
Netizen mempertanyakan sejumlah hal:
Pun, beberapa media nasional melaporkan bahwa insiden ini memicu penyelidikan dugaan kelalaian Pemkab Manggarai Barat.
Masalah Infrastruktur yang Menggantung Sejak 2019
Tragedi Cunca Wulang bukan isu baru. Pengurus ASITA Kabupaten Manggarai Barat, Donatus Mantur, sudah sejak 2019 menyampaikan keprihatinan bahwa infrastruktur penunjang pariwisata di Labuan Bajo dan sekitarnya "sangat memperihatinkan".
Masalah kronis yang dihadapi meliputi:
Jalan utama rusak dan sering tanpa lampu penerangan
Lingkungan tidak hijau dan dipenuhi sampah
Infrastruktur dasar seperti listrik dan air bersih masih menjadi keluhan investor
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat sendiri pernah berharap pemerintah pusat memberi perhatian khusus untuk infrastruktur jalan, listrik, dan air bersih karena ketiganya menjadi hambatan utama pengembangan pariwisata.
Akses Ditutup, Kapolres Ikut Selidiki
Pemerintah setempat segera menutup akses lokasi wisata Cunca Wulang sementara untuk keperluan penyelidikan lebih mendalam oleh kepolisian.
Kapolres Manggarai Barat melalui akun Instagram resminya menyatakan peristiwa ini akan ditindaklanjuti dengan penyelidikan mendalam untuk memastikan siapa yang bertanggung jawab atas kelalaian infrastruktur tersebut.
Panggilan untuk Pemda: Keselamatan Bukan Opsi, Tapi Kewajiban
Pariwisata Manggarai Barat sedang tumbuh. Labuan Bajo telah menjadi salah satu Destinasi Prioritas Nasional, mendatangkan wisatawan domestik dan mancanegara setiap tahunnya. Namun, ketika infrastruktur diabaikan dan nyawa menjadi taruhannya, itu bukan lagi kesalahan kecil—ini kegagalan pemerintahan.
Tragedi Cunca Wulang harus menjadi momentum introspeksi bagi Pemda Manggarai Barat:
Segera tutup dan perbaiki infrastruktur berbahaya di seluruh destinasi wisata
Lakukan inspeksi rutin dan transparan terhadap fasilitas wisata
Buat mekanisme keselamatan wajib untuk wisatawan: rambu peringatan, penjaga di titik rawan, dan asuransi wisata
Berikan pertanggungjawaban publik atas kelalaian yang menyebabkan tragedi ini
Keselamatan wisatawan bukan opsi—itu kewajiban negara. Ketika pemerintah mengabaikan infrastrukturnya hingga dua nyawa melayang, pertanyaan yang muncul bukan lagi "bagaimana ini bisa terjadi?", melainkan "siapa yang harus bertanggung jawab?"