INDUSTRY.co.id - Pandeglang – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung selama ini dikenal sebagai destinasi wisata pantai unggulan di Banten. Namun di balik keindahan garis pantainya, kawasan ini dinilai memiliki potensi yang jauh lebih besar, mulai dari pusat gaya hidup, pendidikan, hingga peluang investasi jangka panjang.

Pandangan tersebut disampaikan Andrew James, investor asal Australia sekaligus pemilik Kampung Joglo di KEK Tanjung Lesung saat di temui INDUSTRY.co.id di Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten.

Andrew merupakan arsitek internasional yang pernah terlibat dalam sejumlah proyek prestisius dunia seperti Webley Stadium, Yankee Stadium, Wimbledon, Amanusa Bali, hingga Alila Hotels.

Menurutnya, hal pertama yang terlintas ketika mendengar nama KEK Tanjung Lesung adalah peluang bisnis yang sangat besar.

“Sebagai pebisnis, yang pertama saya pikirkan adalah peluang bisnis. Yang kedua, kawasan ini masih sangat alami dan dekat dengan Jakarta. Itu kombinasi yang sangat langka,” kata Andrew.

Dia menilai KEK Tanjung Lesung memiliki keunggulan yang tidak dimiliki banyak destinasi lain di Indonesia. Berjarak hanya sekitar dua jam dari Jakarta, kawasan ini masih didominasi hutan dan lingkungan alami yang terjaga.

 
Andrew bahkan mengungkapkan bahwa sebuah kru film dari Prancis dijadwalkan datang pada Juli mendatang untuk melakukan produksi film dengan latar kawasan hutan di sekitar KEK Tanjung Lesung.
 
“Bagi saya, KEK Tanjung Lesung bisa menjadi gerbang menuju pengalaman alam dan hutan. Tempat ini memiliki daya tarik yang sangat kuat bagi wisatawan maupun industri kreatif,” jelasnya. 
 
Lebih jauh, Andrew memiliki visi besar terhadap masa depan KEK Tanjung Lesung. Ia membayangkan kawasan tersebut berkembang menjadi pusat gaya hidup dan pengembangan diri yang menawarkan suasana berbeda dari hiruk pikuk kota besar.
 
Ia membandingkan potensinya dengan kota-kota pendidikan seperti Oxford dan Cambridge di Inggris yang berada di luar pusat metropolitan, namun menjadi tempat ideal untuk belajar dan membangun komunitas.
 
“Anak-anak muda bisa fokus belajar, berkembang, dan hidup dalam lingkungan yang lebih tenang. Jika dikembangkan dengan benar, KEK Tanjung Lesung bisa menjadi tempat yang luar biasa,” ujar Andrew.
 
Berawal dari Surfing, Kini Bangun Destinasi Unik Berbasis Joglo
 
Keterlibatan Andrew di KEK Tanjung Lesung bermula dari hobinya berselancar. Ia pertama kali datang ke kawasan tersebut untuk menuju Pulau Panaitan, salah satu destinasi surfing yang terkenal di kalangan peselancar internasional.
 
Bisa dibilang Andrew jatuh hati pada pandangan pertama begitu melihat kawasan KEK Tanjung Lesung, dan langsung membeli lahan seluas kurang lebih 1 hektare (Ha). Ia juga mulai mengembangkan lahan yang dimilikinya secara bertahap selama hampir dua dekade.
 
Alih-alih membangun hotel konvensional, Andrew memilih konsep yang berkembang secara organik dengan memadukan bangunan tradisional Joglo berusia ratusan tahun dari Jepara dan Jawa Tengah dengan sentuhan arsitektur modern.
 
“Saya menemukan beberapa Joglo yang dibongkar di Jepara. Bangunannya sangat indah, sehingga saya memutuskan membelinya. Awalnya tiga joglo, sekarang sudah menjadi tujuh,” katanya.
 
 
Menurutnya, bangunan-bangunan tersebut merupakan karya luar biasa para pengrajin tradisional Indonesia yang kemampuannya diakui dunia.
 
Kampung Joglo dirancang sebagai tempat wisata pedesaan yang damai sekaligus pusat seni dan budaya. Area ini menyediakan ruang bagi para seniman untuk berkarya dan memamerkan kreativitas mereka.
 
Rumah tradisional Joglo memiliki makna dan filosofi. Berasal dari Jawa tengah, Joglo merupakan salah satu rumah tradisional paling populer di Pulau Jawa.
 
Kampung Joglo Dirancang Jadi Pusat Aktivitas
 
Berbekal dari pengalaman mengembangkan berbagai proyek internasional, Andrew melihat bahwa keberhasilan sebuah destinasi wisata tidak hanya ditentukan oleh jumlah hotel. Ia mencontohkan kawasan Nusa Dua Bali yang berkembang karena memiliki berbagai aktivitas menarik di luar area hotel.
 
Karena itu, proyek yang dibangunnya di KEK Tanjung Lesung dirancang sebagai venue multifungsi yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan seperti pesta privat, acara komunitas, presentasi perusahaan, pertunjukan musik, produksi film, hingga fashion show.
 
“Jika wisatawan keluar dari hotel, mereka harus punya alasan untuk tetap tinggal dan menikmati kawasan tersebut,” katanya.
 
 
Salah satu fasilitas utama yang dikembangkan adalan bar dan area berkumpul yang dapat beroperasi sepanjang waktu sebagai pusat aktivitas pengunjung. 
 
Selain itu, ia juga telah menyelesaikan pembangunan studio musik untuk para produsen menciptakan, dan memproduksi sebuah lagu. Kualitas studio-nya pun sangat premium.
 
Festival Musik hingga Produksi Film Internasional
 
Potensi KEK Tanjung Lesung sebagai destinasi event juga menjadi perhatin Andrew. Ia menilai kawasan tersebut sangat cocok untuk penyelenggaraan festival musik berskala besar yang mampu menarik ribuan wisatawan dari Jakarta maupun daerah lainnya.
 
“Saya membayangkan acara seperti Java Jazz bisa digelar disini. Jika 1.500 orang datang dan menginap di kawasan ini, dampaknya akan sangat besar bagi pariwisata lokal,” jelas Andrew.
 
Selain itu, kedatangan kru film dari Prancis menjadi sinyal bahwa KEK Tanjung Lesung mulia dilirik industri kreatif internasional.
 
 
Menurut Andrew, kombinasi alam yang masih asli dan asri, suasana tropis, dan karakter kawasan yang unik menjadi nilai jual yang sulit ditemukan di destinasi lain.
 
Dorong SDM Lokal dan Pariwisata Berkelanjutan
 
Tak hanya fokus pada pengembangan fisik, Andrew juga menaruh perhatian pada pengembangan sumber daya manusia lokal. 
 
Ia mengaku telah berdiskusi dengan berbagai pihak untuk mendorong program pelatihan dan peningkatan keterampilan masyarakat sekitar agar dapat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari perkembangan sektor pariwisata.
 
“Jika pariwisata berkembang dengan baik, masyarakat lokal harus menjadi pihak yang paling merasakan manfaatnya,” jelas Andrew.
 
Dengan kombinasi keindahan alam, arsitektur tradisional Joglo, peluang investasi, serta potensi event internasional, Andrew optimis KEK Tanjung Lesung akan tumbuh menjadi salah satu destinasi wisata dan gaya hidup paling menarik di Indonesia pada masa depan.
 
“Kekuatan utama KEK Tanjung Lesung bukan hanya pantainya, tetapi perpaduan antara alam yang masih asli, warisan budaya, dan peluang besar yang masih terbuka lebar.” tutup Andrew.