INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana melanjutkan kunjungan kerja hari keduanya di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, dengan fokus pada penguatan tata kelola destinasi dan kesiapan menghadapi revalidasi UNESCO Global Geopark (UGGp) yang dijadwalkan berlangsung Agustus mendatang.
Revalidasi tersebut menjadi tahapan penting bagi Raja Ampat untuk mempertahankan status UNESCO Global Geopark, pengakuan internasional yang menilai tidak hanya kekayaan alam kawasan, tetapi juga keseriusan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Di tengah panorama Geosite Piaynemo yang ikonik, Menpar Widiyanti menegaskan bahwa status geopark dunia bukanlah simbol semata. “Status geopark dunia harus dijaga melalui tata kelola yang kuat, konservasi yang nyata, dan pelibatan masyarakat lokal,” kata Menpar Widiyanti.
Pesan itu menjadi penekanan penting bahwa masa depan Raja Ampat bertumpu pada keseimbangan antara perlindungan alam, penguatan tata kelola destinasi, dan keberlanjutan ekonomi masyarakat setempat.
Perjalanan kemudian berlanjut ke Desa Wisata Arborek, desa kecil yang dikenal luas sebagai contoh sukses pengembangan ekowisata berbasis masyarakat. Penerima penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 tersebut dinilai mampu menghadirkan harmoni antara aktivitas ekonomi, pelestarian budaya, dan penjagaan ekosistem laut.
“Desa Arborek adalah bukti nyata bahwa ekowisata bukan hanya konsep di atas kertas. Di sini kita melihat bagaimana masyarakat mampu berdaya secara ekonomi tanpa mengabaikan warisan leluhur dan kelestarian laut. Keberhasilan Arborek harus menjadi inspirasi bagi desa-desa wisata lain di Indonesia,” ucap Widiyanti.
Kunjungan ditutup di Pulau Kri, Distrik Meos Mansar, tepatnya di Sorido Bay Resort, lokasi pelaksanaan program konservasi hiu zebra. Dalam suasana yang hangat dan penuh harapan, Menpar Widiyanti memberikan nama “Putri” pada salah satu telur hiu zebra yang tengah berada dalam masa inkubasi sebelum menetas.
Momen sederhana itu menjadi simbol harapan atas keberlangsungan kehidupan laut Raja Ampat—bahwa konservasi bukan sekadar agenda, melainkan ikhtiar panjang menjaga warisan alam untuk generasi berikutnya.
Menpar juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat rasa tanggung jawab bersama terhadap masa depan Raja Ampat sebagai destinasi unggulan dunia.
“Tugas kita bersama untuk Raja Ampat adalah memastikan keindahan ini tetap hidup, lestari, dan memberi manfaat bagi generasi hari ini maupun masa depan,” tandas Widiyanti.