INDUSTRY.co.id - Jakarta, Seoul kembali menjadi panggung penting bagi promosi pariwisata Indonesia. Dalam ajang Seoul International Travel Fair (SITF) 2026 yang berlangsung pada 4–7 Juni, Paviliun Wonderful Indonesia berhasil mencuri perhatian dan meraih penghargaan “Best Booth Design”, mengungguli puluhan peserta dari berbagai negara yang ambil bagian dalam salah satu pameran pariwisata terbesar di Asia Timur tersebut.
Tahun ini, SITF diikuti oleh 41 negara dan menarik lebih dari 400.000 pengunjung. Di tengah persaingan yang ketat, Indonesia tampil dengan konsep visual yang kuat melalui kampanye “Go Beyond Ordinary”, menampilkan kekayaan destinasi dan pengalaman wisata unggulan yang menjadi daya tarik utama bagi pasar Korea Selatan.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, menilai penghargaan tersebut menjadi momentum strategis untuk semakin memperkuat posisi Indonesia di pasar Korea Selatan yang terus menunjukkan pertumbuhan positif.
“Pada tahun 2025, kunjungan wisatawan Korea Selatan ke Indonesia mencapai 496.862 kunjungan atau meningkat 13,97 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tren positif ini juga berlanjut pada April 2026 yang tumbuh 16,75 persen dibandingkan bulan sebelumnya,” ujar Ni Made.
Melalui partisipasi di SITF 2026, Indonesia menggandeng delapan pelaku industri pariwisata yang mewakili sejumlah destinasi unggulan, mulai dari Batam, Bali, Lombok, Labuan Bajo, Flores, Sulawesi Utara, hingga Nusa Tenggara Timur. Beragam produk wisata diperkenalkan kepada pengunjung, khususnya yang memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan Korea Selatan seperti wellness tourism, luxury tourism, marine tourism, dan wisata gastronomi.
Menurut Ni Made, Bali masih menjadi magnet utama bagi wisatawan Korea Selatan. Namun, minat terhadap destinasi lain seperti Labuan Bajo dan Manado juga terus meningkat seiring berkembangnya tren wisata berbasis pengalaman dan keindahan alam.
Antusiasme pengunjung terlihat sepanjang pameran berlangsung. Desain Paviliun Wonderful Indonesia yang mengangkat identitas budaya Nusantara secara modern dan atraktif menjadi salah satu faktor yang mendorong keberhasilan Indonesia meraih penghargaan bergengsi tersebut.
Selain menampilkan informasi destinasi, Indonesia juga menghadirkan Coffee Corner yang menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung. Berbagai kopi khas Nusantara seperti Kopi Gayo, Kopi Toraja, dan Kopi Mandailing disajikan untuk memperkenalkan kekayaan cita rasa Indonesia sekaligus memperkuat pengalaman budaya yang ditawarkan kepada pasar internasional.
Tak hanya berfokus pada promosi langsung kepada konsumen, SITF 2026 juga membuka ruang kolaborasi bisnis melalui agenda travel mart (B2B). Forum ini mempertemukan pelaku industri pariwisata Indonesia dan Korea Selatan guna menjajaki peluang kerja sama, memperluas jaringan pemasaran, serta mengembangkan pasar wisata kedua negara.
Dari keseluruhan rangkaian kegiatan tersebut, Indonesia mencatat potensi kunjungan wisatawan sebanyak 4.970 orang dengan estimasi nilai potensi transaksi mencapai Rp144 miliar, sebuah capaian yang menunjukkan tingginya minat pasar Korea Selatan terhadap destinasi-destinasi unggulan Indonesia.
“Korea Selatan merupakan salah satu pasar prioritas bagi pariwisata Indonesia. Melalui partisipasi pada SITF 2026, kami terus mempromosikan berbagai produk wisata unggulan, mulai dari wisata bahari, wellness, luxury, hingga gastronomi. Penghargaan Best Booth Design ini semakin memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi pariwisata kelas dunia di pasar Korea Selatan,” kata Ni Made.
Keikutsertaan Indonesia dalam SITF 2026 diharapkan tidak hanya memperkuat branding Wonderful Indonesia di Korea Selatan, tetapi juga memperluas kemitraan industri pariwisata kedua negara serta mendorong peningkatan kunjungan wisatawan Korea Selatan ke berbagai destinasi unggulan di Tanah Air. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata nasional yang berkelanjutan.