INDUSTRY.co.id - JAKARTA — Singapura masih menjadi salah satu destinasi luar negeri favorit wisatawan Indonesia. Kedekatan jarak, kemudahan akses, hingga ragam atraksi untuk semua usia membuat Negeri Singa semakin akrab di kalangan pelancong domestik. Temuan terbaru Populix bahkan menunjukkan mayoritas wisatawan Indonesia telah berkunjung ke Singapura setidaknya dua kali dalam dua tahun terakhir.
Dalam studi bertajuk “Singapore Travel Experience for Indonesians”, Populix mengungkap bahwa perjalanan ke Singapura didominasi agenda liburan keluarga. Wisatawan Indonesia umumnya menyiapkan anggaran sekitar Rp 5 juta hingga Rp 15 juta di luar tiket pesawat untuk menikmati pengalaman wisata di negara tersebut.
Senior Research Director Indah Tanip mengatakan, lebih dari separuh wisatawan Indonesia datang ke Singapura bersama keluarga dan secara khusus mengalokasikan sebagian dana untuk menikmati objek wisata.
“Selain untuk konsumsi, akomodasi, dan berbelanja, mereka secara khusus mengalokasikan 18% budget untuk mengunjungi objek wisata. Alokasi khusus ini didasari oleh keinginan untuk mendapatkan pengalaman baru; baik melalui paparan budaya mancanegara, kunjungan ke lokasi bersejarah, rekreasi, atau relaksasi. Karenanya, objek wisata yang dikunjungi dipilih berdasarkan tiga faktor utama, yaitu value for money, kemudahan akses, dan pengalaman yang diberikan,” ujar Indah.
Berdasarkan survei tersebut, Universal Studios Singapore menjadi destinasi favorit utama wisatawan Indonesia. Empat dari sepuluh responden memilih taman hiburan tersebut sebagai tujuan wisata favorit mereka. Selain menjadi lokasi yang paling banyak dikunjungi, wisatawan rata-rata menghabiskan hampir empat jam di sana. Variasi pilihan makanan yang dinilai paling lengkap dibanding objek wisata lain juga menjadi daya tarik tersendiri. Meski harga tiket dianggap cukup mahal, sebanyak 87% responden menyatakan ingin kembali berkunjung.
Posisi berikutnya ditempati Marina Bay Sands yang dikenal sebagai ikon wisata premium Singapura. Destinasi ini dinilai menawarkan pengalaman kuliner yang beragam meski membutuhkan biaya lebih tinggi. Sebanyak 81% responden mengaku puas dan tertarik untuk kembali datang.
Sementara itu, Singapore Zoo juga masuk dalam daftar destinasi favorit. Enam dari sepuluh wisatawan Indonesia mengaku pernah mengunjungi kebun binatang tersebut dengan durasi kunjungan rata-rata mencapai 2,7 jam. Faktor akses yang relatif mudah turut menjadi nilai tambah.
Populix juga mencatat S.E.A. Aquarium sebagai objek wisata yang dianggap paling worth it oleh wisatawan Indonesia. Bahkan, 81% responden mengaku tetap bersedia berkunjung meski harga tiket naik hingga 20%.
Selain itu, Singapore Botanic Gardens dinilai berhasil menghadirkan pengalaman yang memorable meskipun harga tiketnya tergolong premium. Adapun Jewel Changi Airport disebut menjadi pilihan favorit untuk menghabiskan waktu sambil menunggu penerbangan karena menghadirkan berbagai atraksi dan pilihan kuliner yang lengkap. Sebanyak 79% responden mengaku ingin kembali datang ke lokasi tersebut.
Destinasi lain yang masuk dalam daftar favorit adalah Singapore Flyer yang dianggap memiliki akses paling mudah dan harga tiket yang sepadan dengan pengalaman yang ditawarkan. Sementara Merlion Park tetap menjadi ikon wajib bagi wisatawan Indonesia, terutama untuk aktivitas berfoto yang dinilai terjangkau namun berkesan.
Meski berada di posisi kesembilan, Gardens by the Bay masih memiliki tingkat loyalitas tinggi. Sebanyak 81% responden menyatakan ingin kembali mengunjungi destinasi tersebut karena harga tiketnya dianggap cukup terjangkau.
Adapun Night Safari disebut sebagai destinasi yang belum banyak dikunjungi wisatawan Indonesia, meski menawarkan atraksi yang beragam. Wisatawan bahkan dapat menghabiskan waktu hampir tiga jam untuk menikmati pengalaman wisata malam di lokasi tersebut.
Penelitian Populix dilakukan terhadap 347 responden yang pernah berkunjung ke Singapura. Pengambilan data berlangsung pada 26 Februari hingga 3 Maret 2026. Mayoritas responden berasal dari kalangan pekerja generasi milenial dan Gen-Z dengan komposisi pria dan wanita yang seimbang, serta didominasi masyarakat menengah ke atas di wilayah Jabodetabek.