INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kedutaan Besar Mongolia di Indonesia secara agresif memanfaatkan momentum Jakarta Marketing Week 2026 untuk memperkuat promosi pariwisata, budaya, serta peluang perdagangan dan investasi kepada publik dan komunitas bisnis Indonesia.
Strategi itu mengerucut dalam sesi khusus bertajuk Go Mongolia yang digelar pada 6-10 Mei 2026, dengan target utama menjaring investor untuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung.
Langkah Mongolia tersebut secara eksplisit membidik kerja sama dengan PT Jababeka Tbk (KIJA), selaku pengelola KEK Tanjung Lesung. Kehadiran Wakil Kepala Perwakilan KBRI Beijing Irene yang juga merangkap akreditasi untuk Mongolia, serta Founder Jababeka S.D. Darmono yang menyandang status Utusan Budaya Mongolia, menjadi sinyal kuat kolaborasi lintas negara di sektor pariwisata dan investasi.
Dalam sambutan pembukaannya, Duta Besar Mongolia untuk Indonesia, D. Enkhtaivan, menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi momentum penting karena menandai 70 tahun hubungan diplomatik antara Mongolia dan Republik Indonesia. Momentum historis ini, menurut Enkhtaivan, harus diterjemahkan menjadi langkah konkret perluasan kerja sama bilateral.
“Tahun 2026 menandai peringatan 70 tahun hubungan diplomatik antara Mongolia dan Republik Indonesia. Ini menjadi momentum penting untuk memperluas kerja sama bilateral dan memperkuat hubungan antarmasyarakat melalui pariwisata, kolaborasi budaya, dan kemitraan bisnis,” ujar Enkhtaivan di hadapan para tamu undangan, Rabu (7/5).
Forum Go Mongolia turut dihadiri sejumlah tokoh bisnis Indonesia, termasuk Hermawan Kartajaya, pendiri MCorp sekaligus pakar pemasaran dan penyelenggara Jakarta Marketing Week 2026. Kehadiran Hermawan memperkuat positioning acara ini sebagai ajang strategis untuk business matchmaking internasional.
Selain itu, hadir pula S. D. Darmono, pendiri sekaligus Chairman PT Jababeka Tbk, (KIJA) yang dalam kapasitasnya sebagai Utusan Budaya Mongolia memberikan legitimasi kuat atas rencana pengembangan Tanjung Lesung sebagai hub budaya Mongolia di Indonesia.
Keduanya menyampaikan pandangan mengenai potensi Mongolia di panggung internasional serta langkah-langkah yang telah dilakukan untuk memperkenalkan negara tersebut kepada pasar global.
Darmono secara khusus menyoroti kesiapan KEK Tanjung Lesung sebagai etalase pariwisata dan investasi Mongolia.
“Tanjung Lesung memiliki infrastruktur dan visi yang sejalan untuk menjadi pusat kolaborasi budaya Indonesia-Mongolia,” tegas Darmono.

S. D. Darmono, Utusan Budaya Mongolia dan pendiri sekaligus Chairman PT Jababeka Tbk.
Sementara itu, Wakil Kepala Perwakilan KBRI Beijing, Irene, turut menyampaikan ucapan selamat dan memberikan gambaran mengenai perkembangan kerja sama bilateral kedua negara. Irene yang membawahi hubungan dengan Mongolia menegaskan bahwa interaksi ekonomi kedua negara menunjukkan tren positif.
“Hubungan Indonesia dan Mongolia terus berkembang, dengan peluang kerja sama yang semakin luas di berbagai sektor strategis, termasuk pariwisata dan investasi kawasan,” kata Irene.
Tak hanya menghadirkan pembicara dari Indonesia, acara ini juga melibatkan perwakilan dari Badan Investasi dan Perdagangan Mongolia serta Kantor Gubernur Provinsi Bayankhongor secara virtual.
Dalam paparannya, mereka menjelaskan secara rinci mengenai iklim investasi, kemudahan perdagangan, serta peluang wisata unggulan di wilayah tengah Mongolia yang belum banyak dijamah pasar Asia Tenggara. Presentasi ini menjadi pembuka pintu bagi investor Indonesia untuk masuk ke sektor pertambangan, energi terbarukan, dan eco-tourism Mongolia.
Sebagai bagian konkret dari rangkaian Jakarta Marketing Week 2026, Pusat Kebudayaan Mongolia yang berlokasi di KEK Tanjung Lesung Special Economic Zone juga membuka stan pameran khusus.
Stan tersebut secara intensif memperkenalkan warisan budaya, produk kriya, serta paket wisata premium Mongolia kepada pengunjung.
Acara itu turut dimeriahkan penampilan mahasiswa Indonesia yang membawakan tarian tradisional Mongolia, sebagai simbol people-to-people connection yang menjadi fondasi diplomasi kedua negara.
Langkah promosi yang terstruktur ini dinilai menjadi strategi jitu Mongolia untuk memperluas penetrasi pasar Asia Tenggara, dengan Indonesia sebagai pintu gerbang utama. Dengan menggandeng figur sekelas Wamen Irene dan Bos Jababeka S.D. Darmono, serta memanfaatkan aset KEK Tanjung Lesung milik emiten berkode KIJA, Mongolia mengirim sinyal serius untuk berinvestasi jangka panjang.
Dengan momentum 70 tahun hubungan diplomatik, kedua negara dinilai memiliki ruang yang lebih besar untuk mengembangkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pariwisata, budaya, hingga investasi infrastruktur ke depan.
Perlu diketahui, Mongolian Culture Center (MCC) telah berdiri sejak tahun 2017 di KEK Tanjung Lesung, Banten, sebagai satu-satunya pusat kebudayaan Mongolia di Asia Tenggara.
Destinasi yang dikelola PT Banten West Java (BWJ), anak usaha Jababeka (KIJA) ini menghadirkan suasana otentik stepa Mongolia ke pesisir Banten dengan material diimpor langsung dari Mongolia.
Pengunjung dapat menjelajahi dan menginap di tenda GER asli rancangan arsitek Mongolia, mencoba kostum Raja, Ratu, dan panglima perang, berlatih panahan di lintasan 5-20 meter, serta wisata edukasi budaya Mongolia, permainan tulang, dan patung Genghis Khan.
MCC berlokasi di Tanjung Lesung Beach Resort, Pandeglang. Pengunjung yang menginap di kawasan Tanjung Lesung seringkali mendapat akses gratis dengan menunjukkan kunci kamar.