INDUSTRY.co.id - Jakarta , Keterbatasan ekonomi keluarga tidak menyurutkan langkah Ismi Ulfaida untuk mengejar cita-cita. Peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi 22 Polewali Mandar itu justru menunjukkan bahwa ketekunan, disiplin, dan kesempatan yang tepat dapat membuka jalan menuju prestasi.

Ismi kini membawa kabar membanggakan bagi keluarga dan daerahnya setelah terpilih sebagai Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Nasional Tahun 2026. Prestasi tersebut sekaligus menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Polewali Mandar.

Di balik pencapaiannya, terdapat kisah sederhana tentang keluarga yang terus mendorongnya untuk belajar dan tidak menyerah pada keadaan.

Ayah Ismi, Rahman, sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Penghasilannya tidak tetap, berkisar Rp60.000 hingga Rp100.000 per hari. Sementara sang ibu, Suburia, membantu perekonomian keluarga dengan menjalankan usaha kecil-kecilan dari rumah.

Kondisi tersebut tidak membuat kedua orang tuanya berhenti memberikan dukungan. Mereka selalu mengingatkan Ismi agar rajin belajar, mengejar cita-cita, serta menghormati orang tua dan guru.

“Kami selalu berpesan supaya Ismi semangat belajar, meraih cita-cita, serta berbakti kepada orang tua dan menghormati guru,” menjadi pesan yang terus ditanamkan keluarga kepadanya.

Kehadiran Sekolah Rakyat kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan Ismi. Sistem pendidikan berasrama memberikan ruang bagi Ismi untuk belajar dengan lebih tenang sekaligus mendapatkan kebutuhan dasar yang lebih terjamin.

Di sekolah tersebut, Ismi memperoleh tempat tinggal yang layak, makanan bergizi, perlengkapan belajar, serta pendampingan dari para guru. Dukungan itu membuatnya semakin fokus menjalani pendidikan dan mengembangkan potensi yang dimilikinya.

“Setelah Ismi masuk Sekolah Rakyat, dia semakin semangat belajar, semakin ceria, dan fisiknya sudah mulai kuat. Kami senang dan bersyukur anak kami bisa sekolah di Sekolah Rakyat, karena di sana semuanya sudah ditanggung,” ungkap orang tua Ismi.

Kabar ketika Ismi dinyatakan lolos sebagai calon Paskibraka Nasional 2026 pun disambut penuh haru oleh keluarganya. Bagi kedua orang tuanya, pencapaian itu bukan sekadar prestasi, tetapi buah dari perjuangan dan kesempatan yang selama ini dijalani sang anak.

“Kami sangat bangga dan terharu, tidak bisa berkata-kata. Semoga Ismi dapat meraih cita-citanya, berbakti kepada orang tuanya, dan berguna bagi masyarakat,” tutur keluarganya.

Ismi dikenal sebagai sosok yang disiplin, rendah hati, dan memiliki semangat belajar tinggi. Perjalanannya dari keluarga sederhana hingga terpilih sebagai calon Paskibraka tingkat nasional menjadi gambaran bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari sebuah cita-cita.

Ada kesempatan yang harus dimanfaatkan, ada kerja keras yang harus dijalani, dan ada dukungan keluarga serta guru yang menjadi kekuatan di sepanjang perjalanan.

Kisah Ismi menjadi salah satu bukti bahwa ketika seorang anak memperoleh kesempatan untuk belajar dalam lingkungan yang mendukung, potensi yang dimilikinya dapat tumbuh dan berkembang.

Dari asrama Sekolah Rakyat di Polewali Mandar, Ismi kini melangkah membawa harapan keluarga dan nama daerah ke panggung nasional. 

Perjalanannya belum selesai, tetapi satu hal telah ia buktikan: mimpi besar tetap bisa tumbuh dari keluarga sederhana, selama ada kemauan untuk berusaha dan kesempatan untuk berkembang.