Highlights

  • Samsung meluncurkan divisi robot baru bernama RX (Robotics eXperience) yang langsung di bawah pimpinan CEO TM Roh
  • Meta mengakuisisi startup robot ARI (Assured Robot Intelligence) untuk membangun AI otak robot humanoid
  • Samsung sudah menguji sistem AI robot bernama Shallow-pi di pabrik dan siap digunakan di pabrik Gumi, Korea Selatan
  • Kedua raksasa teknologi ini berlomba membangun robot humanoid yang bisa bekerja di pabrik dan rumah
  • Pasar robot humanoid diprediksi mencapai 38 miliar dolar AS pada 2035

Daftar Isi

Samsung Luncurkan Divisi Robot RX

Samsung Electronics secara resmi meluncurkan divisi baru bernama RX (Robotics eXperience) pada 21 Juli 2026. Divisi ini bukan sekadar proyek sampingan — RX langsung di bawah pengawasan CEO Samsung, TM Roh, dan akan mendirikan pusat riset di Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang.

Pimpinan divisi RX adalah Dongkun Lee yang sebelumnya bekerja di Hyundai, produsen yang juga sedang gencar mengembangkan robot humanoid. Samsung menargetkan hasil konkret dari bisnis robot humanoid ini pada tahun 2026.

Yang menarik, Samsung ternyata sudah menguji sistem AI robot bernama Shallow-pi di lingkungan pabrik. Sistem ini dirancang sebagai "otak" yang bisa mengontrol robot untuk melakukan tugas-tugas fisik di lini produksi semikonduktor dan layar display.

Meta Akuisisi Startup Robot ARI

Tidak mau ketinggalan, Meta mengumumkan akuisisi startup bernama Assured Robot Intelligence (ARI) pada Mei 2026. ARI adalah perusahaan yang mengembangkan model AI khusus untuk robot humanoid — mulai dari pekerjaan rumah tangga hingga tugas industri.

Akuisisi ini menandai debut pertama Meta di bidang robotika. ARI akan diintegrasikan ke dalam Meta Superintelligence Labs yang dipimpin Alexandr Wang. Dengan ini, Meta tidak hanya membuat AI untuk chat dan gambar, tetapi juga AI yang bisa mengontrol tubuh robot di dunia nyata.

Strategi Meta mirip dengan pendekatan Android di smartphone: Meta ingin menjadi penyedia "otak AI" untuk robot, sementara manufaktur hardware robot diserahkan ke produsen lain. Google DeepMind dan Amazon (melalui akuisisi Fauna Robotics) menjalankan strategi serupa.

Apa Itu Robot Humanoid?

Robot humanoid adalah robot yang dirancang menyerupai bentuk manusia — berdiri tegak, memiliki dua tangan, dan bisa bergerak seperti manusia. Berbeda dengan robot lengan di pabrik yang hanya bisa satu gerakan berulang, robot humanoid dirancang untuk melakukan berbagai tugas fleksibel.

Contoh robot humanoid yang sudah dikenal:

  • Tesla Optimus — robot humanoid Elon Musk yang dirancang untuk pekerjaan pabrik dan rumah tangga
  • Figure 02 — startup robot humanoid yang didukung Microsoft dan Jeff Bezos
  • Agibot — perusahaan Tiongkok yang membangun robot humanoid produksi massal
  • Unitree — robot humanoid Tiongkok yang sudah dijual ke konsumen

Samsung dan Meta kini bergabung dalam perlombaan ini dengan pendekatan berbeda: Samsung membangun hardware dan software sekaligus, sementara Meta fokus pada AI sebagai "otak" yang bisa dipasang di robot manapun.

Robot Humanoid Sudah Diuji di Pabrik

Samsung menargetkan robot humanoid pertamanya akan bekerja di lini produksi semikonduktor dan display di pabrik Gumi, Korea Selatan. Tugas awalnya adalah pekerjaan yang berulang, berat, atau berbahaya bagi manusia.

Sistem AI Shallow-pi yang dikembangkan Samsung sudah melewati pengujian di lingkungan pabrik. Kemampuannya meliputi navigasi di area pabrik, memanipulasi objek, dan berkoordinasi dengan mesin produksi lainnya.

Di kawasan Asia, persaingan robot humanoid semakin ketat:

  • XPeng (Tiongkok) memulai pembangunan pabrik robot humanoid seluas 110.000 meter persegi pada Maret 2026
  • LG mengunjungi fasilitas AgiBot di Tiongkok untuk menjajaki kerja sama
  • Hyundai (induk Boston Dynamics) berkolaborasi dengan Samsung untuk pengembangan robot

Persaingan Global Robot AI

Perlombaan robot humanoid kini menjadi salah satu medan persaingan teknologi paling sengit di dunia. Tiga kekuatan utama bersaing:

  • Amerika Serikat — Tesla (Optimus), Figure, Amazon (Fauna Robotics), Meta (ARI)
  • Tiongkok — XPeng, AgiBot, Unitree, dan puluhan startup lain yang didukung pemerintah
  • Korea Selatan — Samsung (RX), Hyundai (Boston Dynamics), LG

Menurut analis, pasar robot humanoid diprediksi mencapai 38 miliar dolar AS pada 2035. Pemenang dalam perlombaan ini akan mendominasi manufaktur global, logistik, dan bahkan layanan rumah tangga.

Dampak untuk Masa Depan

Masuknya Samsung dan Meta ke pasar robot humanoid menandakan bahwa teknologi ini bukan lagi fiksi ilmiah. Dalam beberapa tahun ke depan, robot humanoid kemungkinan akan mulai bekerja di:

  • Pabrik — tugas berulang, berat, dan berbahaya
  • Gudang dan logistik — memindahkan barang, packing, dan pengiriman
  • Rumah sakit — membantu perawatan pasien dan distribusi obat
  • Rumah tangga — membersihkan, memasak, dan merawat lansia

Namun, perkembangan ini juga menimbulkan pertanyaan tentang dampak terhadap lapangan kerja. Jika robot bisa melakukan pekerjaan manusia, bagaimana nasib jutaan pekerja di sektor manufaktur dan layanan? Ini menjadi diskusi penting yang perlu diantisipasi oleh pemerintah dan masyarakat.

Key Takeaways

  • Samsung membentuk divisi robot RX di bawah langsung CEO untuk mengembangkan robot humanoid pabrik
  • Meta mengakuisisi ARI untuk membangun AI otak robot, strategi "Android untuk robot"
  • Sistem AI Samsung (Shallow-pi) sudah diuji di pabrik dan siap untuk produksi
  • Pasar robot humanoid diprediksi bernilai 38 miliar dolar AS pada 2035
  • Persaingan ketat antara AS, Tiongkok, dan Korea Selatan dalam pengembangan robot humanoid

Pertanyaan Umum (FAQ)


Apa bedanya robot humanoid dengan robot pabrik biasa?+

Robot pabrik biasa (seperti robot lengan) hanya bisa melakukan satu gerakan berulang di satu tempat. Robot humanoid menyerupai manusia dan bisa melakukan berbagai tugas berbeda, berpindah tempat, dan beradaptasi dengan lingkungan yang berubah. Ini membuatnya jauh lebih fleksibel.

Kapan robot humanoid akan bekerja di Indonesia?+

Robot humanoid kemungkinan baru akan tiba di Indonesia dalam 5-10 tahun ke depan, setelah diadopsi di pabrik besar di Korea Selatan, Tiongkok, dan AS. Namun, Indonesia bisa mempersiapkan diri dengan mengembangkan SDM di bidang pemrograman robot dan AI agar siap saat teknologi ini tiba.

Apakah robot humanoid akan menggantikan pekerja manusia?+

Robot humanoid akan mengambil alih tugas yang berulang, berat, dan berbahaya. Namun, tugas yang membutuhkan kreativitas, empati, dan pengambilan keputusan kompleks tetap memerlukan manusia. Sejarah menunjukkan bahwa teknologi baru justru menciptakan jenis pekerjaan baru yang sebelumnya tidak ada.