INDUSTRY.co.id - MADIUN – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank kembali memperkuat dukungannya terhadap ekspor industri manufaktur nasional dengan menyalurkan pembiayaan senilai US$ 8,5 juta kepada PT Industri Kereta Api (Persero) atau PT INKA. Dana tersebut digunakan untuk mendukung ekspor 340 unit Container Flat Top Wagon tipe SOW6 ke Selandia Baru.
Pembiayaan diberikan melalui fasilitas Kredit Modal Kerja Ekspor dan Penugasan Khusus Ekspor Alat Transportasi (PKE ATP) untuk mendukung pelaksanaan kontrak pengadaan gerbong barang PT INKA kepada UGL Rail Service Pty Limited, Australia, yang selanjutnya akan dioperasikan oleh KiwiRail di Selandia Baru.
Kontrak tersebut mencakup pengiriman 340 unit gerbong dalam tiga tahap sepanjang 2026. Hingga Juli 2026, PT INKA telah mengirimkan 200 unit gerbong dari fasilitas produksinya di Madiun, Jawa Timur, termasuk sekitar 20 unit yang dikapalkan pada 30–31 Juli 2026.
Dukungan pembiayaan ini melanjutkan sinergi yang telah terjalin antara LPEI dan PT INKA. Sebelumnya pada 2024, LPEI menyalurkan fasilitas senilai US$ 11,9 juta kepada INKA Multi Solusi (IMS), yang terdiri atas pembiayaan US$ 7,7 juta dan penjaminan US$ 4,2 juta untuk mendukung ekspor gerbong ke Selandia Baru.
Direktur Pelaksana Bisnis I LPEI, Anton Herdianto, mengatakan pembiayaan tersebut merupakan bagian dari mandat negara melalui skema Penugasan Khusus Ekspor (PKE) atau National Interest Account (NIA) guna memperkuat daya saing industri strategis nasional di pasar internasional.
"Melalui fasilitas PKE, LPEI menjalankan mandat negara untuk memastikan produk manufaktur unggulan Indonesia, seperti yang dihasilkan PT INKA, terus memperluas penetrasi ke pasar global. Ekspor wagon ke Selandia Baru membuktikan bahwa produk industri nasional mampu memenuhi standar internasional yang ketat. LPEI akan terus mendukung para eksportir Indonesia melalui pembiayaan, penjaminan, dan asuransi guna mendorong pertumbuhan ekspor serta perekonomian nasional yang berkelanjutan," ujar Anton.
Menurut LPEI, ekspor Wagon SOW6 menjadi bukti kemampuan industri manufaktur nasional memenuhi spesifikasi teknis dan standar operasional perkeretaapian di Selandia Baru. Produk tersebut sekaligus memperkuat rekam jejak PT INKA sebagai produsen sarana perkeretaapian yang mampu bersaing di pasar global.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT INKA, Prihanto Herbowo, mengapresiasi dukungan pembiayaan yang diberikan LPEI sehingga proyek ekspor dapat berjalan sesuai target.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada LPEI atas dukungan pembiayaan ekspor yang diberikan sehingga PT INKA dapat menyelesaikan produksi sebanyak 250 unit wagon dari total 340 unit sesuai target pengiriman ke Selandia Baru. Kami berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat sehingga LPEI dapat terus mendukung berbagai proyek strategis PT INKA di masa mendatang," kata Prihanto.
Keberhasilan ekspor tersebut diharapkan memberikan efek berganda bagi perekonomian nasional melalui peningkatan utilisasi komponen dalam negeri, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan rantai pasok industri manufaktur. Kolaborasi antara LPEI dan PT INKA juga menjadi bagian dari upaya memperluas pasar ekspor produk bernilai tambah sekaligus meningkatkan daya saing industri strategis Indonesia di pasar global.