INDUSTRY.co.id - JAKARTA – PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) membukukan kinerja yang relatif stabil sepanjang semester I 2026. Emiten penyedia solusi percetakan sekuriti ini mencatatkan penjualan sebesar Rp672,9 miliar atau tumbuh 1% secara tahunan (year on year/YoY), dengan laba bersih mencapai Rp90,1 miliar.
Kinerja tersebut terutama ditopang oleh lini bisnis dokumen sekuriti yang masih menjadi kontributor utama pendapatan perseroan. Hingga Juni 2026, penjualan dari segmen ini mencapai Rp607 miliar atau meningkat 3,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kontribusi bisnis dokumen sekuriti terhadap total penjualan pun mencapai 90,3%.
Perseroan menjelaskan, pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan berbagai produk dokumen identitas, mulai dari kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), komponen paspor untuk pasar ekspor, hingga produk dokumen berkeamanan tinggi (high security document) lainnya.
Dari sisi pasar, penjualan domestik masih menjadi penopang utama dengan kontribusi 80,8% terhadap total pendapatan. Penjualan di pasar dalam negeri mencapai Rp544 miliar atau naik 2,6% YoY. Sementara itu, penjualan ekspor tercatat sebesar Rp129 miliar.
Manajemen menilai prospek bisnis dokumen sekuriti di pasar domestik masih berada dalam tren positif pada kuartal II 2026 seiring permintaan yang tetap terjaga.
Direktur Utama JTPE Allan Wibisono Oei mengatakan perseroan akan terus memperkuat bisnis inti melalui inovasi produk sekaligus mengembangkan sumber pertumbuhan baru.
"Kami sangat bersyukur atas kinerja semester pertama tahun ini yang masih membukukan penjualan dan laba yang relatif stabil. Ke depan, kami terus melakukan beragam inovasi solusi dokumen sekuriti yang dapat memperkuat sumber pendapatan jangka panjang serta mengukuhkan daya saing kami sebagai penyedia dokumen sekuriti terintegrasi," ujar Allan dalam keterangannya, Selasa (4/8).
Selain mengandalkan bisnis dokumen identitas, Jasuindo juga mulai memperluas portofolio melalui pengembangan teknologi identifikasi berbasis Radio Frequency Identification (RFID). Langkah tersebut dilakukan melalui pembentukan joint venture dengan mitra strategis asal Hong Kong.
Melalui kerja sama tersebut, perseroan menargetkan dapat menghadirkan solusi keamanan yang lebih komprehensif dalam pengembangan produk-produk RFID sekaligus memperluas peluang bisnis di sektor teknologi keamanan.
Dengan strategi tersebut, Jasuindo optimistis dapat memperkuat posisi sebagai penyedia solusi dokumen sekuriti terintegrasi, baik di pasar domestik maupun internasional, sekaligus menjaga pertumbuhan kinerja secara berkelanjutan dalam jangka panjang.