INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pemerintah terus memperluas jangkauan ekonomi kreatif Indonesia ke pasar global. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperkuat kerja sama dengan Nigeria yang diproyeksikan menjadi pintu masuk bagi produk dan industri kreatif Indonesia menuju kawasan Afrika.
Upaya tersebut menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Nigeria, Bambang Suharto, di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Rabu (22/7).
Pertemuan tersebut menitikberatkan pada strategi membuka akses pasar ekonomi kreatif Indonesia melalui Nigeria.
Dalam kesempatan itu, Irene Umar menyoroti besarnya potensi industri kreatif Nigeria, khususnya sektor perfilman melalui Nollywood.
Industri film negara tersebut memproduksi sekitar 2.500 judul film setiap tahun dengan nilai industri mencapai sekitar US$6,4 miliar.
Jaringan distribusi Nollywood yang telah menjangkau berbagai negara di Afrika dinilai dapat menjadi peluang strategis bagi perfilman Indonesia untuk memperluas pasar internasional.
" Nigeria memiliki potensi menjadi entry point bagi perfilman Indonesia di kawasan Afrika. Selain membangun kolaborasi industri, kita juga perlu memahami tren pasar, kebutuhan masyarakat, dan produk kreatif yang memiliki peluang besar di sana. Dengan begitu, pejuang ekraf Indonesia dapat lebih siap memasuki pasar Afrika secara berkelanjutan," ujar Wamen Irene
Tak hanya sektor perfilman, kerja sama tersebut juga diarahkan untuk membuka peluang ekspor bagi subsektor ekonomi kreatif lainnya, seperti kuliner, kriya, dan fesyen berbasis kearifan lokal.
Dengan jumlah penduduk yang besar serta pertumbuhan ekonomi yang terus berkembang, Nigeria dinilai menawarkan prospek jangka panjang bagi penetrasi produk kreatif Indonesia.
Sementara itu, Duta Besar RI untuk Nigeria, Bambang Suharto, menilai kesamaan karakteristik demografi, keragaman budaya, dan besarnya populasi kedua negara menjadi modal penting dalam memperkuat hubungan ekonomi maupun kebudayaan.
"Nigeria saat ini mulai memberikan perhatian lebih kepada negara-negara seperti Indonesia. Hal ini menjadi peluang yang perlu kita manfaatkan, tidak hanya untuk membangun persepsi positif terhadap Indonesia, tetapi juga menghadirkan nilai ekonomi melalui berbagai bentuk kerja sama di sektor ekonomi kreatif," ujar Bambang Suharto.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian Ekraf bersama KBRI Abuja akan mendorong keterlibatan pelaku ekonomi kreatif nasional dalam berbagai ajang promosi dan pameran internasional, termasuk Lagos International Trade Fair.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan nilai ekspor sekaligus memperluas jejaring bisnis Indonesia di pasar Afrika.