Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Banten, menawarkan pengalaman liburan lengkap, termasuk kuliner khas Tanjung Lesung yang menggugah selera. Destinasi ini tak hanya memanjakan mata dengan keindahan pantainya, tetapi juga lidah dengan beragam hidangan segar dan otentik. Wisatawan yang berkunjung ke sini dapat menikmati hidangan laut segar maupun masakan khas Banten yang kaya rempah.

Surga Kuliner Seafood di KEK Tanjung Lesung

Tanjung Lesung dikenal sebagai surga bagi penggemar hidangan laut, dengan banyak restoran yang menyajikan tangkapan segar langsung dari nelayan. Restoran seperti Kampung Nelayan di Jalan Raya Tanjung Lesung, Desa Tanjung Jaya, menawarkan ikan bakar, kerang, udang, cumi-cumi, hingga kepiting yang bisa diolah sesuai selera kalian.

Bahan baku di sini terjamin kesegarannya karena dibeli langsung dari nelayan pada hari itu juga. Selain itu, ada juga pilihan tempat makan di dalam hotel seperti Pangrango Restaurant di Tanjung Lesung Beach Hotel yang menyajikan masakan lokal dan internasional.

  • Kampung Nelayan Resto: Menyediakan saung bambu dengan pemandangan laut, cocok untuk menikmati hidangan laut segar.
  • Tanjung Lesung Beach Hotel: Menawarkan Pangrango Restaurant dengan menu lokal dan internasional, serta Krakatau Bar untuk bersantai.
  • Lalassa Beach Club: Selain pantai eksotis dan olahraga air, juga dilengkapi restoran dan area santai.
  • Bayview Beach Club (BBC): Cafe dan restoran di pinggir pantai dengan spot foto menarik dan pemandangan air kebiruan.
  • Pondok Makan Nelayan: Terletak di Jl. Raya Tj. Lesung, Citeureup, Panimbang, menyajikan hidangan laut dengan suasana saung bambu menghadap laut.

Mencicipi Ragam Hidangan Khas Banten

Selain hidangan laut, Tanjung Lesung dan sekitarnya juga kaya akan kuliner khas Banten yang wajib kalian coba. Rabeg, sate bandeng tanpa duri, dan nasi sumsum adalah beberapa di antaranya yang populer.

Rabeg adalah hidangan daging kambing berbumbu paduan Arab dan Banten, dengan rasa manis pedas kaya rempah dan tanpa santan. Sate bandeng dibuat dari ikan bandeng tanpa duri yang dibakar, sementara nasi sumsum adalah nasi campur sumsum tulang kerbau yang dibakar dalam daun pisang.

  • Durian Banten: Tersedia jenis Si Tembaga, Si Wong, Ketanjaya, dan Si Fajar dengan karakteristik rasa berbeda.
  • Rabeg: Kari kambing pedas yang kaya rempah, tidak menggunakan santan.
  • Sate Bandeng Tanpa Duri: Daging ikan bandeng yang sudah dibumbui dan dibakar tanpa duri.
  • Kue Jojorong: Kue basah lembut gurih dari tepung kanji, tepung beras, dan gula merah, dibungkus daun pisang.
  • Kue Balok Menes: Kue tradisional Pandeglang yang gurih, kombinasi singkong dengan serundeng manis dan taburan bawang goreng.
  • Emping Melinjo: Oleh-oleh khas Menes-Pandeglang dengan cita rasa pahit yang khas, dijual sekitar Rp50.000 per kilo.
  • Nasi Sumsum: Kuliner langka berupa nasi dengan sumsum tulang kerbau yang dibumbui dan dibakar.
  • Angeun Lada: Sayur pedas kaya rempah seperti serai, lengkuas, kemiri, dan kencur.

Tips Menjelajahi Kuliner Tanjung Lesung

Untuk pengalaman kuliner terbaik, kalian bisa menyempatkan mampir ke beberapa titik jajanan khas Banten dalam perjalanan menuju Tanjung Lesung. Banyak rute alternatif yang bisa ditempuh, jadi sesuaikan dengan selera dan lokasi makanan yang ingin kalian coba.

Jangan ragu untuk bertanya kepada penduduk lokal atau staf hotel untuk rekomendasi tempat makan terbaik. Beberapa hotel juga menawarkan paket makan malam barbeku dengan ditemani musik langsung, seperti di Tanjung Lesung Beach Hotel.

FAQ

Apa saja makanan khas Banten yang wajib dicoba di sekitar Tanjung Lesung?

Kalian wajib mencoba Rabeg, Sate Bandeng Tanpa Duri, Nasi Sumsum, Kue Jojorong, Kue Balok Menes, Emping Melinjo, dan berbagai jenis durian Banten.

Di mana saya bisa menemukan hidangan laut segar di Tanjung Lesung?

Kalian bisa mengunjungi Kampung Nelayan Resto atau Pondok Makan Nelayan yang menyajikan tangkapan segar langsung dari nelayan.

Apakah ada pilihan restoran di dalam hotel di Tanjung Lesung?

Ya, Tanjung Lesung Beach Hotel memiliki Pangrango Restaurant yang menyajikan masakan lokal dan internasional, serta Krakatau Bar.

Berapa harga rata-rata emping melinjo sebagai oleh-oleh?

Emping melinjo khas Menes-Pandeglang biasanya dijual sekitar Rp50.000 per kilo.