INDUSTRY.co.id - Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat daya saing industri nasional melalui kerja sama internasional di bidang infrastruktur mutu atau quality infrastructure. Langkah ini dinilai penting untuk membuka akses produk Indonesia ke pasar global, khususnya Eropa.
Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan 3rd High-Level Indonesian-German Annual Meeting on Quality Infrastructure yang digelar di Jakarta, Kamis (7/5). Forum bilateral ini mempertemukan pemerintah Indonesia dan Jerman, lembaga standarisasi, pelaku industri, hingga mitra strategis kedua negara.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, penguatan sistem infrastruktur mutu menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing industri nasional di tegah ketatnya perdagangan global dan transformasi industri berbasis digital.
“Kerja sama Indonesia dan Jerman di bidang Quality Infrastructure diharapkan dapat memperkuat ekosistem industri nasional agar semakin kompetitif, adaptif terhadap perkembangan regulasi global, serta mampu memperluas akses pasar ekspor, khususnya ke kawasan Eropa,” jelasnya.
Menurut Menperin, infrastruktur mutu menjadi fondasi penting agar produk manufaktur Indonesia mampu memenuhi standar internasional sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar global terhadap produk dalam negeri.
Karena itu, pemerintah terus mendorong penguatan standarisasi, penilaian kesesuaian, hingga transformasi digital agar industri nasional lebih siap menghadapi persaingan global.
Kepala Badan Standarisasi Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Emmy Suryandari mengatakan, infrastruktur mutu memiliki peran strategis dalam mendukung daya saing industri nasional, perlindungan konsumen, serta peningkatan akses pasar internasional.
“Penguatan sinergi Indonesia dan Jerman sangat penting dalam menghadapi tatangan global, termasuk harmonisasi regulasi teknis dan transformasi digital industri,” kata Emmy.
Salah satu agenda utama forum tersebut adalah penandatanganan Work Plan kerja sama Indonesia-Jerman periode 2026-2027 sebagai bentuk komitmen melanjutkan kolaborasi strategis di bidang infrastruktur mutu.
Dalam forum tersebut juga terdapat tiga isu strategis yang menjadi fokus pembahasan. Pertama, harmonisasi sistem Quality Infrastructure dalam kerangka Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA), termasuk peluang memperluas akses pasar melalui penguatan standar dan penilaian kesesuaian.
Kedua, penguatan keselamatan dan kualitas produk melalui standardisasi nasional yang selaras dengan sistem internasional untuk meningkatkan kepercayaan pasar. Ketiga, digitalisasi infrastruktur mutu, khususnya kesiapan Indonesia menghadapi implementasi Digital Product Passport (DPP) Uni Eropa.
DPP merupakan sistem digital yang memuat informasi lengkap produk, mulai dari asal bahan baku, proses produksi, hingga aspek keberlanjutan. Kebijakan ini diprediksi menjadi syarat penting bagi produk yang ingin masuk pasar Uni Eropa.
Melalui forum tersebut, Indonesia dan Jerman berharap dapat memperkuat kolaborasi dalam membangun sistem infrastruktur mutu yang modern, adaptif, dan terintegrasi secara global guna mendukung daya saing industri nasional.
“Kami berharap kerja sama kedua negara terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi serta industri di masa mendatang,” tutup Emmy.