INDUSTRY.co.id - Tasikmalaya — PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) menggelontorkan pembiayaan senilai Rp230,25 miliar untuk peningkatan kualitas 32 ruas jalan di Kabupaten Tasikmalaya. Suntikan dana ini menjadi bagian dari strategi percepatan pembangunan infrastruktur daerah di tengah keterbatasan kapasitas fiskal pemerintah daerah.

Kesepakatan pembiayaan itu diteken langsung oleh Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin bersama Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI Faaris Pranawa di Pendopo Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (30/4).

Pembiayaan tersebut diarahkan untuk mempercepat peningkatan kualitas jalan yang selama ini menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat dan distribusi ekonomi di wilayah Tasikmalaya. Infrastruktur jalan yang lebih baik dinilai krusial untuk menekan biaya logistik, mempercepat arus barang, dan meningkatkan daya saing sektor-sektor produktif seperti pertanian, perdagangan, dan UMKM.

Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI, Faaris Pranawa, menegaskan bahwa skema pinjaman daerah yang diberikan perseroan bukan sekadar pembiayaan, melainkan instrumen akselerasi pembangunan daerah.

“Pembiayaan ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas infrastruktur jalan di Kabupaten Tasikmalaya, yang tidak hanya memperkuat konektivitas wilayah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya pada sektor-sektor produktif seperti pertanian, perdagangan, dan UMKM. Kami kembali menegaskan bahwa pinjaman daerah merupakan instrumen percepatan pembangunan, bukan beban bagi pemerintah daerah,” ujar Faaris.

Dari sisi manfaat ekonomi, proyek ini dinilai layak dan prospektif. Berdasarkan studi kelayakan, proyek peningkatan jalan tersebut mencatat Net Present Value (NPV) sebesar Rp30 miliar, dengan Economic Internal Rate of Return (EIRR) 11,51% dan Benefit Cost Ratio (BCR) 1,13. Angka tersebut menunjukkan nilai manfaat proyek lebih tinggi dibandingkan biaya investasi yang dikeluarkan.

Secara operasional, perbaikan jalan diproyeksikan menurunkan biaya operasional kendaraan serta memangkas waktu tempuh perjalanan. Efisiensi ini diyakini akan berdampak langsung terhadap peningkatan produktivitas masyarakat sekaligus memperkuat rantai pasok pangan dari sentra produksi menuju pasar.

Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, menyebut dukungan pembiayaan dari PT SMI menjadi langkah strategis untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat, terutama aksesibilitas antarwilayah yang selama ini menjadi tantangan pembangunan daerah.

“Melalui dukungan pembiayaan ini, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dapat mempercepat peningkatan infrastruktur jalan yang selama ini menjadi kebutuhan mendasar masyarakat. Kami berharap pembangunan ini dapat meningkatkan aksesibilitas antarwilayah, memperkuat aktivitas ekonomi, serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Cecep.

Skema pembiayaan ini merupakan bagian dari Program SINERGI yang diinisiasi Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) untuk memperluas akses pemerintah daerah terhadap alternatif pembiayaan pembangunan. Melalui skema ini, PT SMI berperan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menutup gap pembiayaan infrastruktur.

Di tengah tren penguatan kapasitas fiskal Kabupaten Tasikmalaya, dukungan pinjaman daerah ini dinilai dapat menjadi katalis pertumbuhan. Pendapatan daerah tercatat meningkat dari Rp3,15 triliun pada 2022 menjadi Rp3,57 triliun pada 2024, sebelum terkoreksi ke Rp3,43 triliun pada 2025.

Secara nasional, hingga Maret 2026, PT SMI mencatat total komitmen pembiayaan daerah sebesar Rp37,44 triliun dengan posisi outstanding mencapai Rp15,25 triliun. Perseroan menargetkan pembiayaan daerah terus menjadi instrumen penting untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di berbagai wilayah Indonesia.