INDUSTRY.co.id - JAKARTA — PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PT SMI) kembali memperluas portofolio pembiayaan daerah dengan menyalurkan pinjaman senilai Rp70 miliar kepada Pemerintah Kota Singkawang. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan 33 ruas jalan dan empat jembatan sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah.

Perjanjian pembiayaan diteken pada Senin (27/4) oleh Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI Faaris Pranawa bersama Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie di kantor PT SMI, Jakarta.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi PT SMI dalam memperkuat perannya sebagai katalis pembiayaan pembangunan daerah, terutama di tengah kebutuhan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur tanpa terlalu bergantung pada transfer pusat.

Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI, Faaris Pranawa, mengatakan kerja sama tersebut merupakan kelanjutan dari kemitraan strategis yang telah terjalin antara PT SMI dan Pemerintah Kota Singkawang, termasuk saat masa pandemi melalui skema pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“PT SMI telah menjalin kemitraan jangka panjang dengan Kota Singkawang, termasuk saat pandemi sebagai upaya menjaga stabilitas ekonomi daerah, dan hari ini kami melihat komitmen tersebut berlanjut melalui inisiatif pembiayaan yang produktif,” ujar Faaris dalam keterangan resminya, Senin (27/4).

Menurutnya, pembangunan jalan dan jembatan bukan sekadar proyek infrastruktur dasar, tetapi menjadi fondasi utama untuk memperkuat aktivitas ekonomi lokal, khususnya sektor jasa dan pariwisata yang menjadi salah satu andalan Kota Singkawang.

“Pembangunan jalan dan jembatan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan fondasi untuk memperkuat konektivitas dan mendorong aktivitas ekonomi, khususnya di sektor jasa dan pariwisata,” katanya.

Sebelumnya, pada 2020, PT SMI telah menyalurkan pinjaman PEN senilai Rp200 miliar kepada Pemerintah Kota Singkawang untuk percepatan pembangunan daerah. Dana tersebut digunakan untuk peningkatan jalan, drainase, revitalisasi gedung, hingga pengadaan sarana pendidikan.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menilai pembiayaan terbaru ini menjadi instrumen strategis untuk memperkuat basis ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kapasitas fiskal pemerintah kota.

“Pembangunan ini bukan sekadar rencana, melainkan investasi nyata untuk masa depan Kota Singkawang. Melalui pembiayaan ini, kami melihat potensi manfaat ekonomi yang akan berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar Tjhai.

Dari sisi fiskal, Singkawang masih menghadapi tantangan dalam memperbesar kemandirian keuangan daerah. Dalam tiga tahun terakhir, kontribusi PAD terhadap total pendapatan daerah rata-rata masih berada di level 27,07%.

Meski demikian, tren penerimaan daerah menunjukkan penguatan. Nilai PAD tercatat meningkat dari Rp244,32 miliar pada 2023 menjadi Rp305,26 miliar pada 2025, dengan laju pertumbuhan tahunan konsisten di atas 11%.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kalimantan Barat Bernadette Yuliasari Mulyatno menilai skema pembiayaan seperti ini menjadi instrumen penting untuk mempercepat pembangunan di daerah dengan potensi ekonomi yang terus berkembang.

Menurut Bernadette, posisi strategis Singkawang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat dapat menjadi daya tarik investasi baru jika didukung infrastruktur yang memadai.

Hingga Maret 2026, total komitmen pembiayaan daerah PT SMI telah mencapai Rp37,44 triliun, dengan outstanding pembiayaan sebesar Rp15,25 triliun. Perseroan menegaskan akan terus memperluas akses pembiayaan pembangunan daerah sebagai bagian dari mandat mendorong pemerataan ekonomi nasional.

Masuknya pembiayaan baru ke Singkawang juga menegaskan tren meningkatnya penggunaan skema pinjaman daerah untuk mendanai proyek produktif, terutama ketika tekanan fiskal daerah masih cukup tinggi dan kebutuhan pembangunan infrastruktur terus meningkat.