INDUSTRY.co.id - JAKARTA — PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (AHI) (ACES) menatap 2026 dengan strategi ekspansi agresif setelah menjadikan 2025 sebagai tahun transformasi bisnis yang memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang. Emiten ritel ini menyiapkan belanja modal sebesar Rp400 miliar hingga Rp450 miliar untuk memperluas jaringan toko AZKO dan NEKA, sekaligus memperkuat infrastruktur operasional dan kanal digital.

Sepanjang 2025, AHI mempertegas transformasi bisnisnya melalui penguatan merek AZKO serta peluncuran portofolio baru, NEKA, sebagai upaya menjaga relevansi di tengah persaingan industri ritel yang semakin dinamis. Langkah tersebut turut diikuti ekspansi fisik yang signifikan dengan pembukaan 27 toko AZKO baru, termasuk penetrasi ke 15 wilayah baru seperti Palu, Pematang Siantar, Palangka Raya, Bukittinggi, hingga Abepura dan Sorong di Papua.

Dengan tambahan tersebut, hingga akhir 2025 perseroan telah mengoperasikan 265 toko AZKO yang tersebar di 90 kota di Indonesia. Dari jumlah itu, sebanyak 177 toko berada di Pulau Jawa dan 88 toko di luar Jawa.

Tak hanya mengandalkan AZKO, perseroan juga memperluas segmentasi pasar melalui merek NEKA yang menyasar kebutuhan rumah tangga dan gaya hidup dengan harga lebih terjangkau. Sepanjang tahun lalu, AHI telah membuka 10 toko NEKA di wilayah Jabodetabek, Serang, hingga Pandeglang.

Direktur PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk Gregory S. Widjaja mengatakan transformasi yang dijalankan sepanjang 2025 menjadi fondasi penting bagi arah pertumbuhan perusahaan ke depan.

“Transformasi yang kami jalankan sepanjang 2025 menjadi fondasi penting dalam memperkuat arah pertumbuhan AHI ke depan. Melalui AZKO, kami terus memperkuat relevansi dan kedekatan dengan pelanggan dengan menghadirkan solusi yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka. Sementara itu, kehadiran NEKA merupakan bagian dari strategi kami dalam memperluas jangkauan ritel modern melalui konsep yang lebih terjangkau dan praktis,” ujar Gregory.

Memasuki 2026, AHI memasang target ekspansi yang lebih agresif. Perseroan menargetkan pembukaan sekitar 25–30 toko AZKO, terutama di kota lapis kedua dan ketiga, serta 40–50 toko NEKA di berbagai wilayah Indonesia.

Di sisi kinerja, AHI membidik pertumbuhan penjualan pada kisaran mid-to-high single digit sepanjang 2026. Target tersebut akan ditopang oleh ekspansi toko, inovasi produk baru, serta penguatan strategi omnichannel.

“Memasuki tahun 2026, AHI akan melanjutkan strategi ekspansi dengan target pembukaan sekitar 25–30 toko AZKO, khususnya di kota lapis kedua dan ketiga, serta 40–50 toko NEKA di berbagai wilayah Indonesia,” kata Gregory.

Perseroan juga memperluas kategori produk bernilai tambah seperti smart home dan smart kitchen, sembari melanjutkan program rejuvenasi toko eksisting di sejumlah lokasi strategis, termasuk Alam Sutera, Kelapa Gading, Pondok Indah, dan Bintaro.

Dari sisi digital, AHI memperkuat penetrasi omnichannel melalui pengoperasian dua studio live streaming yang berlokasi di AZKO Living Plaza Bintaro dan AZKO Living World Alam Sutera. Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan interaksi pelanggan sekaligus mendorong kontribusi penjualan dari kanal digital.

Selain fokus pada ekspansi bisnis, perseroan juga menegaskan komitmennya terhadap prinsip ESG. Sepanjang 2025, AHI menjalankan berbagai program keberlanjutan, mulai dari efisiensi energi, pengelolaan limbah elektronik melalui program BISA BAIK, hingga penanaman 4.300 pohon dan distribusi lebih dari 5.500 lampu LED hemat energi.

Strategi ekspansi yang tetap disertai disiplin belanja modal dan penguatan kanal digital dinilai menjadi katalis penting bagi ACES untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah konsumsi domestik yang masih selektif. Fokus penetrasi ke kota lapis kedua dan ketiga juga membuka peluang perluasan pasar baru yang selama ini belum tergarap optimal oleh ritel modern.