INDUSTRY.co.idJakarta – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita merespon kekhawatiran pelaku usaha terkait tekanan baru terhadap sektor industri nasional akibat memanasnya tensi goepolitik global. Gangguan rantai pasok dunia dinilai berpotensi memicu kelangkaan bahan baku di dalam negeri.

Menperin menegaskan bahwa pemerintah akan terus menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan baku agar industri tetap berjalan.

“Soal bahan baku, kata kuncinya adalah pricing. Pemerintah akan menjaga ketersediaan bahan baku, termasuk plastik,” kata Menperin Agus di Jakarta, Rabu (15/4).

Menperin menaruh perhatian khusus pada industri kecil dan menengah (IKM) yang paling rentan terhadap lonjakan harga bahan baku. Agus menekankan pentingnya menjaga harga plastik tetap terjangkau.

Menurutnya, pemerintah akan mendorong produsen untuk menyesuaikan margin keuntungan agar tidak memberatkan pelaku usaha kecil. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan usaha sekaligus mempertahankan daya saing industri nasional di tengah tekanan global.

Selain pengendalian harga, pemerintah juga menyiapkan langkah mitigasi melalui pencarian alternatif sumber bahan baku. Upaya substitusi ini dilakukan untuk mengantisipasi gangguan pasokan global.

Selama ini, bahan baku seperti nafta masih sangat bergantung pada impor, terutama dari kawasan Timur Tengah. Namun, kondisi geopolitik membuat pasokan dan distribusi menjadi semakin sulit.

Meski demikian, Menperin mengakui bahwa pemerintah sudah menjajaki peluang kerja sama dengan negara lain untuk pasokan bahan baku.

“Pemerintah akan terus mencari substitusi untuk menjaga pasokan bahan baku tetap aman,” ungkapnya.

Kelangkaan bahan baku seperti plastik dan nafta bukan hanya terjadi di Indonesia, melainkan menjadi fenomena global. Hal ini memicu persaingan ketat antarnegara dalam mengamankan pasokan bahan baku.

Dalam kondisi ini, pelaku industri didorong untuk lebih adaptif dalam menyusun strategi pengadaan bahan baku, termasuk memanfaatkan peluang impor dari berbagai negara.

Meski tekanan meningkat, pemerintah tetap optimis. “Berkaca dari pengalaman pendemi Covid-19, industri nasional memiliki resiliensi tinggi dan mampu bangkit lebih cepat dibandingkan banyak negara lain,” kata Menperin Agus.

Sebagai langkah tambahan, pemerintah juga telah mengusulkan pelonggaran biaya masuk LPG sebagai alternatif bahan baku plastik. Menperin menyebut bahwa usulan tersebut telah disampaikan kepada Kementerian Koordinator terkait.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap dampak tekanan global dapat ditekan, sehingga industri nasional, khususnya sektor kecil dan menengah tetap bertahan di tengah ketidakpastian.