INDUSTRY.co.id - Jakarta – Bata menegaskan komitmennya untuk kembali relevan di tengah perubahan gaya hidup konsumen sekaligus mempercepat pertumbuhan bisnis di Indonesia. 

Transformasi ini menjadi bagian dari strategi global perusahaan untuk memperkuat posisi di pasar sepatu kasual yang semakin kompetitif.

CEO Bata Group, Panos Mytaros, menyampaikan bahwa perubahan perilaku konsumen yang kini mengarah pada gaya hidup kasual dan mengutamakan kenyamanan menjadi pendorong utama transformasi bisnis perusahaan.

“Gaya hidup konsumen berubah. Mereka tidak hanya mencari sepatu yang kasual, tetapi juga nyaman dan relevan dengan aktivitas sehari-hari. Ini yang menjadi fokus kami saat ini,” ujar Panos di sela kunjungan kerjanya ke Indonesia pada 9 April 2026.

Melalui strategi global bertajuk “Reignite”, Bata menempatkan produk sebagai pusat transformasi. Perusahaan ingin memastikan setiap koleksi yang diluncurkan mampu menjawab kebutuhan konsumen masa kini.

Fokus utama diarahkan pada sepatu dengan konsep sporty casual yang menggabungkan kenyamanan, fungsi, serta desain modern. Tidak hanya sekadar mengikuti tren, Bata ingin menghadirkan produk yang benar-benar relevan dengan aktivitas sehari-hari masyarakat Indonesia.

“Yang kami perkuat bukan hanya kualitas, tetapi relevansi produk. Sepatu harus sesuai dengan gaya hidup konsumen saat ini,” jelas Panos.

Di tengah transformasi yang dilakukan, Bata menegaskan tidak akan mengubah posisinya menjadi merek eksklusif. Keterjangkauan dan aksesibilitas tetap menjadi DNA utama perusahaan.

Konsep “unreasonably good” menjadi pegangan, yakni menghadirkan sepatu berkualitas baik dengan harga yang tetap masuk akal. Strategi ini membuat Bata tetap dapat menjangkau berbagai segmen masyarakat, baik di kota besar maupun daerah.

“Kami ingin sepatu yang berkualitas baik tetap bisa diakses oleh banyak orang,” tegas Panos.

Dengan pengalaman hampir 100 tahun hadir di Indonesia, Bata melihat pasar Tanah Air sebagai salah satu fokus utama pertumbuhan global. Perusahaan menargetkan ekspansi yang lebih agresif dalam beberapa tahun ke depan.

Langkah strategis yang disiapkan meliputi penguatan jaringan toko, optimalisasi distribusi, serta peningkatan kehadiran digital untuk menjangkau konsumen lebih luas.

“Indonesia adalah pasar yang sangat penting. Kami ingin tumbuh kembali dan memperluas jangkauan ke lebih banyak konsumen,” ujarnya.

Selain sebagai pasar potensial, Indonesia juga akan diperkuat sebagai basis produksi. Saat ini sekitar 50 persen produk Bata di Indonesia telah diproduksi secara lokal melalui mitra manufaktur, dan angka tersebut ditargetkan terus meningkat.

Ke depan, Indonesia diproyeksikan menjadi salah satu pusat produksi untuk pasar global Bata, memperkuat peran strategisnya dalam rantai pasok internasional.

Dari sisi distribusi, Bata menerapkan strategi omnichannel dengan menjaga keseimbangan antara toko fisik dan kanal digital. Toko fisik tetap menjadi elemen penting dalam membangun pengalaman konsumen, sementara kanal digital berfungsi memperluas jangkauan dan memperkuat brand awareness.

“Kami tidak melihat digital menggantikan toko fisik. Keduanya saling melengkapi,” jelas Panos.

Bata menyadari kuatnya ikatan emosional masyarakat Indonesia terhadap merek ini, terutama dari pengalaman masa kecil. Namun, perusahaan menekankan bahwa masa depan tidak hanya bergantung pada nostalgia, melainkan pada kemampuan untuk tetap relevan.

“Nostalgia adalah kekuatan, tetapi relevansi adalah masa depan. Kami harus memastikan keduanya berjalan seimbang,” tambahnya.