INDUSTRY.co.id - Cikarang — Jababeka Harmony Festival 2026 yang digelar pada 6–8 Maret 2026 sukses menarik antusiasme besar masyarakat. Selama tiga hari penyelenggaraan, puluhan ribu pengunjung memadati kawasan Hollywood Junction Jababeka dan Kota Jababeka Cikarang.
Festival ini menjadi ruang pertemuan berbagai elemen masyarakat, mulai dari komunitas budaya, pelaku industri global, keluarga, hingga pelaku UMKM lokal. Beragam kegiatan budaya, ekonomi kreatif, dan sosial berlangsung dinamis sepanjang acara, menciptakan suasana yang inklusif dan penuh harmoni.
Presiden Direktur PT Graha Buana Cikarang Ivonne Anggraini mengatakan, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan dalam membangun kota modern yang harmonis.
“Kami sangat bangga melihat antusiasme masyarakat yang begitu besar. Ini membuktikan bahwa kota yang maju adalah kota yang menghargai setiap perbedaan. Ketika masyarakat merasa nyaman dan harmonis, daya beli akan meningkat secara alami sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Ivonne.
Salah satu agenda yang paling dinantikan adalah Kirab Multibudaya yang kembali digelar setelah satu dekade vakum. Parade budaya tersebut diikuti ribuan peserta dari berbagai komunitas yang menampilkan kekayaan tradisi Nusantara dan budaya global.

Kirab semakin meriah dengan kehadiran 15 tandu atau joli, 12 liong naga berukuran besar, serta puluhan barongsai yang bergerak bersama dalam satu arak-arakan spektakuler. Tidak hanya komunitas seni, tenant industri dan perwakilan masyarakat juga ikut berpartisipasi dalam parade tersebut.
Selain menjadi ajang perayaan budaya, festival ini juga memberikan dampak ekonomi nyata. Sebanyak 100 tenant dari sektor kuliner, fashion, dan kerajinan tangan ikut berpartisipasi, menghadirkan berbagai produk bagi ribuan pengunjung.
Ketua Umum Wiranusa Indonesia Aisyah Ayu mengatakan, kegiatan ini menjadi contoh kolaborasi antara kawasan modern dengan pelaku usaha kecil.
“Kehadiran UMKM serta peningkatan omzet tenant hingga berkali-kali lipat dibandingkan hari biasa menunjukkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar festival, tetapi juga penggerak nyata ekonomi masyarakat,” kata Aisyah.

Festival yang berlangsung di bulan Ramadhan ini juga diisi kegiatan sosial, seperti pengumpulan barang layak pakai dan pembagian paket sembako bagi masyarakat sekitar.
Direktur Jababeka Infrastruktur Vega Violetta Puspa mengatakan pembangunan kawasan tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga pada kepedulian sosial.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan kehadiran Jababeka memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Harmoni yang sesungguhnya adalah saat kita tumbuh bersama dan saling mendukung,” ujarnya.
Melalui penyelenggaraan Jababeka Harmony Festival 2026, kawasan Jababeka juga menegaskan posisinya sebagai Kota Wisata Industri Modern yang tidak hanya menjadi pusat industri, tetapi juga destinasi hunian, gaya hidup, dan investasi di koridor timur Jakarta.