INDUSTRY.co.id - Jakarta - Di tengah ketidakpastian perdagangan global akibat konflik geopolitik dan perubahan kebijakan tarif internasional, perusahaan logistik internasional, PT Hyper Mega Shipping (HMS) justru menatap tahun 2026 dengan optimisme tinggi. Perusahaan ini menargetkan pertumbuhan bisnis sebesar 20 persen melalui ekspansi regional, penguatan layanan spesialis, serta investasi besar pada teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).
CEO HMS, Reef Man mengatakan bahwa tahun 2026 sebagai momentum penting untuk menyatukan arah perusahaan di tengah dinamika global.
“Tahun 2026 menjadi momen krusial bagi HMS untuk menyelaraskan visi dan langkah perusahaan. Keselarasan arah sangat penting agar kami bisa bergerak lebih fokus dan konsisten dalam menghadapi perubahan pasar global,” ujar Reef Man di Jakarta (4/3).
Salah satu strategi utama HMS adalah ekspansi internasional ke Vietnam dengan membuka cabang operasional baru. Kehadiran kantor ini diharapkan memperkuat jaringan logistik perusahaan di Asia Tenggara sekaligus memberikan akses distribusi yang lebih luas dan stabil bagi pelanggan.
Vietnam dinilai memiliki posisi strategis dalam rantai pasok global yang terus berkembang, terutama sebagai salah satu pusat manufaktur yang semakin penting di kawasan.
Selain ekspansi regional, HMS juga memperkuat spesialisasi layanan pada tiga sektor utama, yakni Project Logistics, Air Freight, dan konsolidasi LCL Export. Fokus ini bertujuan meningkatkan konektivitas logistik global yang lebih cepat, efisien, dan terintegrasi.
Menurut Reef Man, layanan spesialis tersebut menjadi salah satu keunggulan kompetitif HMS di tengah persaingan industri logistik internasional yang semakin ketat.
Transformasi digital juga menjadi pilar penting dalam strategi perusahaan. HMS tengah mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) ke dalam berbagai sistem operasional untuk mempercepat proses logistik dan meningkatkan transparansi layanan. Melalui inovasi teknologi ini, HMS menargetkan efisiensi operasional hingga 40 persen, sekaligus meningkatkan akurasi perencanaan dan pengelolaan rantai pasok global.
Dampak Konflik Timur Tengah
Di sisi lain, ketegangan geopolitik global turut memengaruhi operasional logistik internasional. HMS mengungkapkan bahwa konflik di kawasan Timur Tengah, termasuk dampak dari ketegangan Iran dan wilayah sekitarnya, membuat perusahaan mengambil langkah mitigasi risiko.
Sebagai langkah kehati-hatian, HMS menghentikan sementara pengiriman logistik ke beberapa wilayah di Timur Tengah hingga situasi dinilai lebih stabil.
Meski demikian, perusahaan menilai kondisi tersebut tidak akan menghambat rencana pertumbuhan secara keseluruhan karena HMS terus memperkuat jaringan di kawasan Asia dan pasar global lainnya.
“Berbagai tantangan global justru menjadi momentum bagi kami untuk berinovasi dan memperkuat fondasi bisnis. Dengan semangat 1 Team, 1 Goal, 1 Mission, kami optimistis 2026 akan menjadi tahun pertumbuhan yang gemilang,” kata Reef Man.