INDUSTRY.co.id - Jakarta – Langkah strategis untuk mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menembus panggung dunia kembali diperkuat melalui kolaborasi solid antara Indonesia Eximbank (LPEI), Kementerian Perdagangan, dan Indonesia Diaspora SME Export Empowerment & Development (ID SEED). 

Pada Rabu (11/2/2026), sinergi ini secara resmi melepas pengiriman ekspor bersama ke Belanda sebagai bagian dari rangkaian promosi internasional dalam ajang Indonesian Promotion – Ahoy Rotterdam Fair 2026 dan Pasar Asia XL yang dijadwalkan berlangsung pada awal April mendatang di Rotterdam.

​Pelepasan ekspor ini melibatkan sekitar 15 ton produk unggulan yang mencakup kerajinan tangan, batik, fesyen, hingga bumbu instan dan kopi yang telah dikurasi secara ketat. 

Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kementerian Perdagangan RI, Ari Satria, mengungkapkan bahwa sektor kreatif Indonesia tengah berada dalam tren positif setelah mencatatkan nilai ekspor sebesar USD12,4 miliar pada tahun sebelumnya. 

Menurutnya, Belanda tetap menjadi mitra dagang krusial sekaligus pintu gerbang utama untuk mendistribusikan produk kreatif Indonesia ke seluruh kawasan Uni Eropa. ​Dalam kesempatan tersebut, Ari Satria menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga untuk memperkuat posisi tawar pelaku usaha lokal. 

“Kementerian Perdagangan memberikan dukungan penuh terhadap peningkatan ekspor nasional, termasuk penguatan ekspor UMKM. Berbagai peluang terus dimanfaatkan secara optimal melalui kerja sama dengan berbagai pihak, salah satunya LPEI. Bersama LPEI, pelaku UMKM didorong untuk meningkatkan kapasitas usaha serta memperluas akses ke pasar global,” ujarnya.

​Dukungan teknis yang komprehensif menjadi kunci keberhasilan produk-produk ini dalam memenuhi standar pasar Eropa yang dikenal cukup tinggi. Kepala Divisi Jasa Konsultasi Indonesia Eximbank, Maria Sidabutar, menjelaskan bahwa pengiriman ini merupakan hasil nyata dari Program Marketing Handholding yang memberikan pendampingan dari hulu ke hilir. 

Program ini tidak hanya fokus pada aspek produksi, tetapi juga memastikan kesiapan UMKM dalam menghadapi regulasi internasional, strategi penetapan harga, hingga pemetaan pasar yang potensial.

​Maria menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi validasi atas kualitas produk lokal yang mampu bersaing secara global apabila didukung oleh sistem pembinaan yang terintegrasi. 

“Indonesia Eximbank melalui Program Marketing Handholding hadir memberikan pendampingan end-to-end kepada UMKM, mulai dari kurasi produk, peningkatan kualitas dan kemasan, pemenuhan standar ekspor, business matching, hingga fasilitasi akses pasar internasional. Pelepasan ekspor hari ini menjadi bukti nyata bahwa UMKM Indonesia mampu menembus pasar global ketika didukung dengan ekosistem yang tepat,” tutur Maria.

​Selain melalui skema pendampingan pemasaran, banyak pelaku usaha yang terlibat dalam pengiriman ini merupakan lulusan dari Coaching Program for New Exporters (CPNE) milik LPEI. 

Melalui program berkelanjutan tersebut, Indonesia Eximbank berkomitmen untuk terus mencetak eksportir baru yang tangguh secara regulasi dan logistik. Upaya kolaboratif ini diharapkan tidak hanya berhenti pada seremoni pelepasan saja, melainkan menjadi pemicu bagi lebih banyak UMKM untuk naik kelas dan menjadikan produk "Made in Indonesia" sebagai pilihan utama di pasar internasional.