INDUSTRY.co.id - Jakarta Pelaku industri semen nasional meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membuka ruang dialog terkait kebijakan penutupan tambang tanah liat (clay) dan feldspar, bahan baku utama produksi semen. 

Pasalnya, kebijakan tersebut dinilai berdampak langsung terhadap keberlanjutan rantai pasok dan operasional pabrikan di wilayah tersebut.

“Kami sangat memahami dan mendukung langkah pemerintah menutup tambang-tambang yang tidak berizin atau merusak lingkungan. Namun, kami berharap kebijakan ini tidak memukul rata semua pelaku usaha yang telah beroperasi secara legal dan sesuai prosedur,” kata Direktur PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk, Oey Marcos di Bogor, Selasa (11/11).

Menurut Oey, pihaknya tidak menolak penutupan tambang ilegal. Justru, lanjutnya, pihaknya mendukung langkah tegas terhadap penambangan liar yang tidak memperhatikan keselamatan dan lingkungan.

“Namun, tambang-tambang yang dikelola secara profesional dan berizin semestinya diberi solusi, bukan ikut dihentikan,” tegasnya.

Kebijakan penutupan tersebut berdampak langsung terhadap pasokan bahan baku bagi sejumlah perusahaan semen besar. “Salah satu tambang milik kami sejak akhir Oktober ini sudah habis izinnya,. Kami sudah mengajukan perpanjangan izin dari jauh-jauh hari, tapi hingga kini belum ada kejelasan. Kami berharap Gubernur Jawa Barat dapat melakukan evaluasi agar tambang yang dikelola dengan baik bisa kembali beroperasi,” ujarnya.

Pelaku industri mengingatkan bahwa sektor semen merupakan industri padat karya yang menampung ribuan tenaga kerja langsung maupun tidak langsung. Penurunan aktivitas produksi akibat krisis bahan baku bisa menimbulkan efek domino terhadap lapangan kerja, sektor logistik, serta pembangunan infrastruktur nasional.

“Kalau satu per satu pabrik semen tutup karena bahan baku terganggu, tentu menjadi masalah besar bagi pemerintah juga. Ini bukan hanya soal bisnis, tapi juga soal keberlangsungan ekonomi masyarakat sekitar pabrik,” ungkapnya.

Para pelaku industri berharap pemerintah dapat duduk bersama untuk mencari jalan keluar. Menurut Oey, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat merupakan kunci untuk menjaga stabilitas pasokan bahan baku nasional tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan.

“Kami yakin pemerintah punya niat baik. Kami hanya berharap ada komunikasi terbuka dan evaluasi terhadap kebijakan agar industri semen nasional bisa tetap berdaya saing,” pungkasnya.