INDUSTRY.co.id - Kendal – Keterlibatan industri dalam membangun masyarakat sekitar kembali diwujudkan oleh para Pelaku Usaha di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal. Melalui semangat kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, serta pengelola kawasan, saling bersinergi berpartisipasi dalam program sosial “Satu Desa Satu Sarjana” yang bertujuan membuka akses pendidikan tinggi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Kendal.
Program Satu Desa Satu Sarjana ini merupakan salah satu inisiatif kolaboratif yang melibatkan pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor industri dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat. Program ini dijalankan dengan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan Dinas Tenaga Kerja yang memastikan pelaksanaan serta penyaluran beasiswa berjalan tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi generasi muda. Hal ini juga menjadi langkah nyata industri dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di tingkat desa.
Tahun ini, sebanyak 49 siswa akan menerima beasiswa pendidikan dari perusahaan-perusahaan di KEK Kendal yang totalnya diikuti oleh 24 perusahaan. Beragam perusahaan dari berbagai sektor dan negara menunjukkan kepeduliannya dalam inisiatif ini, di antaranya Polygroup, Borine, Roda Maju Bahagia, Beurer, Sasakura, dan lainnya yang berpartisipasi sebagai mitra pemberi beasiswa. Tak hanya berfokus pada pendidikan, beberapa perusahaan seperti Sitoy, Maju Bersama Gemilang, dan Golden Textile, selain memberikan bantuan beasiswa juga memberikan bantuan iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja informal, sebagai bentuk dukungan terhadap perlindungan sosial masyarakat di sekitar kawasan.
Penyerahan simbolis bantuan dan beasiswa ini turut disaksikan dan diapresiasi langsung oleh Bupati Kendal dalam acara KEK Kendal and Central Java Future Forum 2025 (15/10). Dalam kesempatan ini Executive Director KEK Kendal, Juliani Kusumaningrum, menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan aktif perusahaan-perusahaan di Kawasan Industri Kendal (KIK) dalam program ini.

“Kami melihat dukungan para pelaku usaha terhadap pendidikan sebagai bentuk tanggung jawab sosial yang sangat strategis. Melalui program Satu Desa Satu Sarjana, kami berharap akan lahir generasi muda Kendal yang berpendidikan tinggi dan mampu kembali membangun desanya sendiri. Kolaborasi seperti ini menjadi wujud nyata bahwa industri di KEK Kendal tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga berperan dalam membangun manusia dan masa depan Kabupaten Kendal,” ungkapnya.
Inisiatif para pelaku usaha ini turut menjadi bukti bahwa keberadaan industri dapat berjalan seiring dengan pembangunan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Dukungan terhadap pendidikan dan perlindungan tenaga kerja tidak hanya memperkuat hubungan antara industri dan komunitas lokal, tetapi juga diharapkan dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih berkelanjutan.