INDUSTRY.co.id - Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman kembali menunjukkan ketegasan dan kepeduliannya terhadap nasib petani. Dalam pertemuan dengan perwakilan Serikat Tani Indramayu di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Mentan Amran langsung membuka ruang dialog, mendengarkan aspirasi, dan mengambil langkah cepat untuk menuntaskan persoalan yang dihadapi para petani.
“Saya mau dengar langsung aspirasi karena yang dibawa adalah suara petani Indonesia. Pemerintah adalah pelayan rakyat, jadi setiap keluhan petani adalah masalah saya juga,” tegas Mentan Amran.
Salah satu keluhan utama yang disampaikan adalah terkait mahalnya harga pupuk bersubsidi di Desa Sumbon, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu. Petani mengungkapkan harga pupuk dijual di atas Rp300.000 per kuintal, jauh lebih tinggi dari Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp2.250/kg untuk urea dan Rp2.300/kg untuk phonska.
Mentan Amran langsung bertindak tegas dengan menelepon Direktur Supply Chain Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) serta memerintahkan Direktur Pupuk Kementan untuk mencabut izin distributor maupun pengecer yang terbukti melakukan penyelewengan.
“Sekarang cek. Cabut izinnya mulai hari ini. Itu menyusahkan petani kita,” ujarnya lantang.
Selain pupuk, petani di Kecamatan Kroya juga mengeluhkan kesulitan pengairan. Menanggapi hal itu, Mentan Amran langsung berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Jawa Barat dan Direktur Irigasi Pertanian Kementan.
“Ini harus segera diselesaikan. Besok tim Kementan turun, ketemu petaninya, selesaikan irigasi dan perpompaannya,” tegasnya.
Dalam dialog tersebut, Mentan Amran juga menyetujui permintaan petani untuk modernisasi alsintan. Ia memerintahkan pembentukan brigade pangan di Kecamatan Kroya serta menurunkan bantuan alsintan seperti hand tractor agar produksi pertanian semakin efisien.
Tak hanya itu, Amran juga berkomitmen mengawal kelembagaan petani dan pengelolaan tanah hutan agar petani semakin mandiri dan sejahtera.
Menutup dialog, Mentan Amran menegaskan bahwa pemerintah akan terus memantau seluruh aspirasi petani. “Doakan, jika tidak ada cuaca ekstrem, kita bisa swasembada pangan lebih cepat,” pungkasnya.
Sementara itu, Damuri, Ketua Serikat Tani Indramayu, menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian Mentan Amran yang langsung merespons cepat keluhan mereka.
“Kami menyampaikan keluhan langsung direspons cepat. Jangankan pupuk, persoalan pengairan pun akan langsung dicek. Terima kasih Mentan Amran yang membuat hati kami tenang dan bahagia,” ungkap Damuri.