INDUSTRY.co.id - Kendal -Industri alat kesehatan kini tumbuh signifikan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah. Industri ini menjadi salah satu aktivitas industri yang masuk dalam kegiatan utama KEK Kendal.
Tujuan dari pengembangan industri alat kesehatan ini diharapkan dapat berdampak pada penguatan rantai pasok alat kesehatan nasional, baik untuk pasar domestik maupun ekspor. Adapun tujuan utamanya adalah nantinya dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor alat kesehatan yang masih cukup tinggi angkanya.
Beberapa perusahaan alat kesehatan dan pharmacy global kini terlihat memilih KEK Kendal sebagai lokasi fasilitas produksinya. Salah satunya adalah PT Beurer Indonesia Technology, anak usaha dari Beurer GmbH. Perusahaan asal Jerman yang telah berdiri sejak 1919 dan dikenal luas di Eropa sebagai produsen alat kesehatan dan wellness ini memilih Indonesia setelah mempertimbangkan beberapa negara Asia Tenggara lainnya.
Di Kendal, Beurer memproduksi alat kesehatan digital seperti thermometer, blood pressure monitor, hingga alat terapi dan massage device untuk pasar Asia Pasifik, Afrika, dan Australia. Pada awal 2025, Beurer melakukan ekspor perdana sebanyak 12.000 unit produk ke Jerman.
Adapun PT D&V International Makmur Gemilang (DV Medika), yang menjadi bagian dari rantai pasok global Mindray, telah lebih dulu beroperasi di KEK Kendal. DV Medika sendiri memproduksi hospital bed, infusion pump, meja operasi, dan perangkat medis lainnya dari fasilitas produksinya di Kendal. Produk-produk ini mendukung penguatan infrastruktur rumah sakit dalam negeri sekaligus memenuhi permintaan pasar luar negeri untuk alat medis standar internasional.

PT D&V International Makmur Gemilang (DV Medika)
Dari Malaysia, PT Adventa Biotech International, anak usaha Adventa Berhad dan terafiliasi dengan Lucenxia, merupakan penyedia layanan home dialysis dan healthcare solutions terkemuka di Asia Tenggara. Adventa mengembangkan produksi alat laboratorium dan medical consumables seperti syringe, tabung uji, dan reagen. Produk-produk ini ditujukan untuk pasar ekspor dan pengguna rumah sakit serta laboratorium rujukan di Indonesia.
Selain ketiga perusahaan tersebut, sejumlah pelaku usaha baru juga tengah berkomitmen untuk membangun fasilitas produksi alat Kesehatan dan produk pharmacy di Kawasan Industri ini. Klaster industri ini dapat berkembang cepat tentunya tidak terlepas dari insentif fiskal dari KEK Kendal, fasilitas kawasan yang lengkap, konektivitas logistik, dan tenaga kerja lokal kompeten.
Andreas Dapp, Director dari PT Beurer Indonesia Technology, menyatakan bahwa KEK Kendal menawarkan kombinasi keunggulan yang strategis. “Kami sempat mempertimbangkan beberapa negara Asia Tenggara lainnya seperti Vietnam, tapi KEK Kendal menawarkan insentif yang kompetitif, kepastian perizinan, serta kesiapan infrastruktur kawasan yang sangat baik. Ini memungkinkan kami dapat segera memulai produksi dan ekspor dalam waktu singkat. Inilah yang kami cari dari rencana ekspansi kami di Asia Tenggara.” kata Andreas Dapp.
Sementara itu, Executive Director Kawasan Industri Kendal (KEK Kendal), Juliani Kusumaningrum, menegaskan bahwa pengembangan sektor alat kesehatan adalah bagian penting dari peran kawasan.
“Tujuan KEK Kendal adalah melengkapi struktur industri nasional dengan sektor-sektor yang berdampak strategis. Industri alat kesehatan kami targetkan karena ini merupakan salah satu sektor krusial, dan KEK Kendal hadir untuk menjadi solusi substitusi impor sekaligus basis produksi berorientasi ekspor,” ungkapnya.
Juliani pun menambahkan, dengan semakin banyaknya perusahaan alat kesehatan yang masuk dan beroperasi, KEK Kendal diharapkan dapat memperkuat posisi KEK Kendal sebagai pusat pertumbuhan industri masa depan Indonesia, khususnya di sektor yang berkontribusi langsung terhadap ketahanan kesehatan nasional.