INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Nawakara Perkasa Nusantara dan Kalbe Group memperkuat kolaborasi strategis dalam menghadapi dinamika risiko keamanan bisnis yang semakin kompleks. 

Keduanya menggelar Joint Planning Session bertema “Building Business Resilience Through Integrated Security Solutions” di Kalbe Business Innovation Center (KBIC), Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (12/8/2026).
 
Forum tersebut menjadi ajang bagi Nawakara dan Kalbe Group untuk bertukar perspektif sekaligus merumuskan strategi penguatan sistem keamanan yang dapat mendukung keberlangsungan operasional dan meningkatkan business resilience, khususnya di sektor manufaktur.
 
President Director & CEO PT Nawakara Perkasa Nusantara, Dino Bimadwinanda Hindarto mengatakan, keamanan di industri manufaktur tidak lagi dapat dipandang sebatas pengamanan fisik. Menurutnya, perusahaan perlu membangun pendekatan keamanan yang terintegrasi dengan operasional dan teknologi.
 
“Ada empat item utama dalam security landscape di manufacturing, yaitu physical security, operational security, technology, dan external context. Jadi, kita sebagai security people tidak hanya melihat penempatan personel security statis atau patroli buka-tutup pintu, tetapi lebih melihat secara holistik,” ujar Dino.
 
Ia menjelaskan, sistem keamanan yang efektif harus mampu mengintegrasikan personel, proses operasional, dan teknologi. Selain itu, perusahaan juga perlu mempertimbangkan faktor eksternal seperti kondisi geopolitik, potensi kerusuhan, hingga bencana yang dapat mengganggu kegiatan bisnis.
 
“Karena itu, pendekatan keamanan harus dilakukan secara menyeluruh agar mampu mendukung keberlangsungan bisnis, bukan hanya menjaga aset secara fisik,” jelasnya.
 
Director PT Kalbe Farma, Mulia Lie menilai, kemitraan dengan perusahaan yang memiliki pengalaman dan keahlian di bidang keamanan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberlangsungan bisnis.
 
Menurutnya, perusahaan tidak harus menangani seluruh kebutuhan keamanan secara mandiri karena terdapat aspek-aspek tertentu yang membutuhkan keahlian khusus.
 
“Bagi saya, partnership itu penting dan tidak mungkin semuanya kita lakukan sendiri. Bisa, tetapi mungkin expertise-nya tidak di situ, waktunya juga habis, dan cost-nya mungkin lebih tinggi. Karena itu, penting sekali partnership dengan perusahaan yang memang sudah mengerti dan expert di bidangnya seperti Nawakara,” ungkap Mulia.
 
Ia juga mengapresiasi hubungan kerja sama yang telah terjalin antara Kalbe Group dan Nawakara. Ke depan, kolaborasi tersebut diharapkan dapat diperluas melalui berbagai inisiatif baru yang memberikan nilai tambah bagi operasional perusahaan.
 
“Kerja samanya baik, makin erat, makin banyak inisiatif yang bisa kita lakukan untuk memikirkan apa yang perlu kita tingkatkan lagi, kolaborasi dan kerja sama ke depan,” tambahnya.
 
Dalam Joint Planning Session tersebut, Nawakara dan Kalbe Group juga menggelar panel discussion yang menghadirkan para ahli dari kedua perusahaan.
 
Diskusi membahas strategi membangun ketahanan bisnis melalui penerapan solusi keamanan terintegrasi. Pembahasan mencakup aspek manusia, proses, teknologi, hingga mitigasi terhadap berbagai risiko eksternal yang berpotensi mengganggu operasional.
 
Tak hanya diskusi, Nawakara juga menghadirkan Product Showcase & Live Experience. Melalui agenda tersebut, tim Product Solutions Nawakara memperkenalkan sejumlah solusi keamanan berbasis teknologi yang dapat diterapkan untuk mendukung kebutuhan industri manufaktur modern.
 
Beberapa solusi yang diperkenalkan antara lain CCTV AI, Fleet Management System, Visitor Management System, Alarm System, hingga Truck Check System.
 
Beragam teknologi tersebut dirancang untuk membantu perusahaan meningkatkan visibilitas, pengawasan, efisiensi operasional, serta kemampuan dalam mengantisipasi berbagai potensi risiko keamanan.
 
Melalui kegiatan ini, Nawakara dan Kalbe Group menegaskan komitmen untuk terus memperkuat strategic partnership melalui inovasi dan pengembangan solusi keamanan yang relevan dengan kebutuhan bisnis.
 
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat sistem keamanan, tetapi juga menciptakan ekosistem bisnis yang lebih adaptif dan berkelanjutan. 
 
Dengan demikian, keamanan dapat menjadi bagian strategis dalam menjaga ketahanan sekaligus keberlangsungan operasional perusahaan di tengah perubahan dan risiko bisnis yang semakin dinamis.