INDUSTRY.co.id - MEDAN – Medan Fashion Trend (MFT) 2026 sukses menjadi panggung bagi industri fashion kreatif dan berkelanjutan di Sumatera Utara. 

Digelar pada 23–26 Juli 2026 di Delipark Medan sebagai bagian dari rangkaian Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2026, ajang ini menghadirkan ratusan karya busana sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk memajukan ekonomi kreatif berbasis budaya.

Mengusung tema "Circular Fashion Movement: From Invisible to Iconic", Medan Fashion Trend 2026 merupakan hasil kolaborasi Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara bersama Indonesia Fashion Chamber (IFC) Chapter Medan. 

Tema tersebut menggambarkan perjalanan karya-karya lokal yang selama ini belum banyak dikenal untuk berkembang menjadi produk fashion yang memiliki identitas kuat, bernilai ekonomi tinggi, hingga mampu menjadi ikon industri fashion Indonesia.

Lebih dari sekadar peragaan busana, MFT 2026 menjadi ruang kolaborasi antara desainer, pelaku UMKM, perajin wastra, akademisi, komunitas kreatif, dunia usaha, hingga pemerintah dalam membangun industri fashion yang inovatif, ramah lingkungan, dan berdaya saing global.

Selama empat hari penyelenggaraan, Medan Fashion Trend 2026 menghadirkan beragam agenda mulai dari Fashion Parade, Fashion Exhibition, Talk Show, Workshop, Kids Fashion Competition, hingga Fashion Design Competition.

Sebanyak 521 karya busana ditampilkan oleh 43 desainer bersama 120 emerging designer, yang mengangkat kekayaan wastra Nusantara, khususnya Sumatera Utara, ke dalam desain modern. Ragam koleksi tersebut membuktikan bahwa warisan budaya dapat terus berkembang melalui sentuhan kreativitas tanpa meninggalkan nilai autentiknya.

Selain menjadi panggung kreativitas, berbagai sesi edukasi yang digelar juga mengajak peserta memahami pentingnya penerapan konsep circular fashion, mulai dari efisiensi penggunaan material, inovasi desain, pemberdayaan perajin lokal, hingga pelestarian budaya melalui pemanfaatan wastra sebagai identitas bangsa.

Medan Fashion Trend 2026 secara resmi dibuka oleh Pimpinan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Ameriza Ma'ruf Moesa, bersama Chairwoman Indonesia Fashion Chamber, Lenny Agustin.

Pembukaan tersebut menjadi simbol sinergi antara Bank Indonesia, Indonesia Fashion Chamber, pemerintah daerah, pelaku industri, akademisi, serta masyarakat dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis budaya.

Ketua Indonesia Fashion Chamber (IFC) Chapter Medan, Dahnila Nasution, mengatakan Medan Fashion Trend merupakan langkah nyata untuk membangun industri fashion Sumatera Utara yang semakin kuat.

Menurutnya, ajang ini diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta baru, meningkatkan daya saing UMKM fashion, sekaligus memperkenalkan kekayaan wastra Sumatera Utara hingga ke tingkat nasional maupun internasional.

"Kolaborasi adalah kunci untuk membangun industri fashion yang terus bertumbuh," ujarnya.

Project Director Medan Fashion Trend 2026, Sofya Moureen, menegaskan bahwa penyelenggaraan MFT bukan sekadar menghadirkan peragaan busana, tetapi juga menjadi gerakan bersama untuk membangun masa depan industri fashion Indonesia yang lebih berkelanjutan.

Menurutnya, tema "Circular Fashion Movement: From Invisible to Iconic" menunjukkan bahwa karya-karya lokal memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi ikon baru fashion Indonesia apabila didukung kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Ia menambahkan, Medan Fashion Trend menjadi ruang bagi desainer, UMKM, akademisi, komunitas kreatif, dan dunia usaha untuk bersama-sama menciptakan industri fashion yang kreatif, berkelanjutan, sekaligus mampu bersaing di pasar global.

Keberhasilan Medan Fashion Trend 2026 merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Indonesia Fashion Chamber, pemerintah daerah, sponsor, media, institusi pendidikan, pelaku UMKM, komunitas kreatif, desainer, model, relawan, hingga masyarakat.