INDUSTRY.co.id - Jakarta, Perjalanan Zul Arsyi menuju seragam perwira TNI Angkatan Laut bukanlah kisah yang ditempuh dalam sekali langkah. Putra seorang petani asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, itu harus menghadapi kegagalan berulang kali sebelum akhirnya berdiri tegak di Istana Negara, Jakarta, untuk menerima pelantikan sebagai Letnan Dua (Letda) TNI Angkatan Laut dari Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (22/7).
Kegagalan saat mengikuti seleksi Calon Tamtama (Catam) hingga Calon Bintara (Cabar) tak membuatnya mengubur cita-cita. Sebaliknya, pengalaman itu menjadi pijakan untuk terus mencoba hingga akhirnya berhasil mewujudkan impian menjadi seorang perwira.
"Tentu saja saya merasa sangat bangga. Saya tidak pernah menyangka bisa berdiri di sini. Saya sempat ikut tes beberapa kali, baik Catam maupun Cabar, dan saya tidak lolos. Saya tidak pernah bermimpi berada di titik ini. Semua berkat kedua orang tua saya, berkat doa kedua orang tua saya. Bukan saya yang kuat, tapi doa ibu saya yang hebat," ujar Zul.
Bagi Zul, momen pelantikan bukan hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga kebanggaan bagi keluarga serta masyarakat di kampung halamannya.
Ia mengaku salah satu pesan Presiden Prabowo yang paling membekas adalah pentingnya seorang prajurit menjaga rakyat dan mengabdikan diri kepada bangsa serta negara.
"Yang paling meresap di hati saya adalah pesan Bapak Prabowo bahwa tentara itu menjaga rakyat dan selalu mengabdi kepada bangsa dan negara. Mudah-mudahan ini menjadi kebanggaan, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga tetangga dan saudara-saudara saya di kampung," katanya.
Zul juga menaruh optimisme terhadap cita-cita Indonesia Emas 2045. Menurutnya, berbagai program pemerintah, termasuk penguatan sektor pangan dan energi melalui pengembangan bahan bakar alternatif B50, menjadi langkah awal menuju visi tersebut.
"Untuk Indonesia Emas 2045, sudah dimulai dengan beberapa gebrakan dari Bapak Prabowo, seperti penguatan sektor pangan dan bahan bakar alternatif B50. Itu menjadi salah satu batu loncatan menuju Indonesia Emas 2045," ucapnya.
Kebahagiaan atas pelantikan Zul turut dirasakan kedua orang tuanya. Sang ibu, Silvasari, mengaku tak menyangka putranya mampu mencapai cita-cita yang selama ini diperjuangkan dengan penuh ketekunan.
"Sukses selalu untuk anak. Apa yang dicita-citakan akhirnya tercapai. Luar biasa, saya sangat bangga dan tidak menyangka," tutur Silvasari.
Hal senada disampaikan ayahnya, Muhammad Akhyar. Ia berharap putranya menjadi prajurit yang amanah, mengabdi sepenuh hati kepada negara, serta mampu mengharumkan nama bangsa.
"Semoga menjadi tentara yang lebih baik dan mengabdi kepada negara. Saya juga teringat pesan Bapak Presiden, jadilah tentara yang kuat yang bisa membanggakan bangsa dan negara," katanya.