INDUSTRY.co.id - Jakarta, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) kembali menyelenggarakan Public Expose Live 2026 secara virtual pada 9–11 Juni 2026. 

Kegiatan tahunan tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Self-Regulatory Organizations (SRO) untuk memperkuat transparansi, meningkatkan kualitas keterbukaan informasi, serta memperkuat perlindungan investor di pasar modal Indonesia.

Selain mendorong implementasi reformasi pasar modal, Public Expose Live juga ditujukan untuk meningkatkan kepatuhan Perusahaan Tercatat terhadap berbagai ketentuan pasar modal, termasuk pemenuhan porsi kepemilikan saham publik atau free float.

Sebagai bagian dari komitmen memperluas akses informasi, BEI juga menghadirkan sejumlah halaman khusus pada situs resminya yang memungkinkan investor memperoleh data pasar secara lebih terstruktur dan transparan. 

Melalui menu Perusahaan Tercatat, investor kini dapat mengakses informasi mengenai kepemilikan saham emiten, data free float, hingga informasi saham dengan Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi (High Shareholding Concentration/HSC).

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu investor dalam mengambil keputusan investasi yang lebih tepat sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia.

Sementara itu, perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia selama periode 8–12 Juni 2026 ditutup mayoritas menguat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kenaikan tertinggi, melonjak 7,38% menjadi 6.007,656 dari posisi 5.594,765 pada pekan sebelumnya.

Kapitalisasi pasar BEI juga meningkat 7,31% menjadi Rp10.524 triliun dari Rp9.807 triliun. Rata-rata frekuensi transaksi harian naik 4,14% menjadi 2,51 juta kali transaksi, sementara rata-rata volume transaksi harian bertambah 7,46% menjadi 36,14 miliar lembar saham.

Di sisi lain, rata-rata nilai transaksi harian tercatat sebesar Rp25,06 triliun atau turun 7,07% dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai Rp26,97 triliun.

Investor asing pada perdagangan Jumat (12/6) membukukan beli bersih senilai Rp287,84 miliar. Namun secara akumulatif sepanjang 2026, investor asing masih mencatatkan jual bersih sebesar Rp67,344 triliun.