INDUSTRY.co.id, Jakarta-Penyelenggara jasa pinjaman daring di sektor multiguna, RupiahCepat (PT Kredit Utama Fintech Indonesia atau KUFI) dan PT Bank DBS Indonesia resmi mengumumkan penguatan kerja sama penyaluran pinjaman (channeling) demi memperluas akses pembiayaan digital berkualitas bagi masyarakat.

Direktur RupiahCepat Anna Maria Chosani mengatakan bahwa kerja sama yang sudah terjalin sejak tahun lalu merupakan bagian dari langkah strategis dalam memperkuat layanan pembiayaan digital yang disediakan Perusahaan.

"Bank DBS Indonesia merupakan mitra pendanaan strategis bagi RupiahCepat. Peningkatan kerja sama ini mencerminkan kepercayaan terhadap komitmen kami dalam menjaga kepatuhan, kualitas layanan dan perlindungan konsumen. Ke depan, kami akan terus memperkuat inovasi untuk bisa terus menghadirkan layanan pembiayaan digital yang aman, mudah diakses, berkualitas, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia," ujarnya.

Kerja sama RupiahCepat dengan Bank DBS Indonesia telah membuka akses pembiayaan bagi masyarakat umum, pelaku usaha mikro, wiraswasta, hingga freelancer di berbagai wilayah di Indonesia dan membantu mereka untuk terus bertumbuh dan mewujudkan impian.

Kolaborasi ini juga turut membuka dan memperluas akses finansial bagi masyarakat yang belum sepenuhnya terjangkau oleh layanan keuangan konvensional.

Head of CBG Ecosystem and Digital, Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Willy Lawy mengatakan, "Kemitraan kami dengan RupiahCepat menggarisbawahi dedikasi teguh PT Bank DBS Indonesia untuk mendorong inklusi finansial. Melalui kolaborasi pendanaan ini, kami berkomitmen untuk memberdayakan individu dan memperluas akses mereka ke layanan finansial esensial, sehingga secara signifikan meningkatkan kapabilitas pembiayaan RupiahCepat."

Dalam implementasinya, kedua belah pihak mengedepankan prinsip kepatuhan dan perlindungan konsumen melalui penerapan manajemen risiko, transparansi biaya pinjaman, sistem manajemen keamanan informasi, serta keterbukaan informasi kepada pengguna sesuai ketentuan regulator. Hal ini sesuai dengan ketentuan OJK, termasuk Peraturan Otoritas Jasa Keuangan nomor 40/2024 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI).

Didukung teknologi yang memungkinkan profiling nasabah atau yang dikenal sebagai electronic- know your customer (e-KYC), analisis kelayakan pinjaman (credit scoring) dan sistem anti-fraud, RupiahCepat menyediakan proses pengajuan hingga pencairan dana secara daring yang tidak hanya mengedepankan kecepatan tetapi juga keamanan bertransaksi.

Hingga saat ini, total penyaluran pinjaman kumulatif di platform RupiahCepat telah mencapai lebih dari Rp40 triliun. Jumlah pengguna yang telah dilayani juga telah melampaui 7 juta pengguna di seluruh Indonesia. Pencapaian tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam memperluas akses layanan keuangan digital yang inklusif.

RupiahCepat adalah platform pinjaman digital di sektor multiguna terkemuka di Indonesia, dioperasikan oleh KUFI – perusahaan berlisensi Jasa Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi (LPBBTI) dari OJK. Platform ini menyediakan layanan pemfasilitasian pinjaman pribadi serba digital, tanpa jaminan, transparan, dan mudah diakses, dengan komitmen memberikan solusi keuangan digital yang terpercaya dan bertanggung jawab bagi seluruh pengguna.

Hingga saat ini, RupiahCepat telah menjalin kerja sama pendanaan berkelanjutan dengan enam pemberi dana (lender), yakni, Bank Neo Commerce (BNC), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Ganesha, Seabank, Superbank, dan Bank DBS Indonesia.

T Bank DBS Indonesia merupakan anak usaha dari DBS Group, perusahaan perbankan asal Singapura yang memiliki jaringan luas di Asia dan reputasi global di industri perbankan. Bank DBS Indonesia menghadirkan layanan keuangan bagi nasabah baik individu, korporasi, hingga institusi dengan didukung oleh penerapan manajemen risiko dan inovasi digital. Bank DBS Indonesia juga aktif mendukung pengembangan keuangan inklusif serta pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.