INDUSTRY.co.id - JAKARTA — Holding BUMN jasa Testing, Inspection, Consulting, and Certification (TICC), IDSurvey, memperkuat arah strategis program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui penyelenggaraan FIRST Summit bertajuk “One Way, One Day, FIRST Lead The Way”. Forum tersebut menjadi wadah penyelarasan agenda TJSL di seluruh entitas grup, yakni BKI, SUCOFINDO, dan Surveyor Indonesia.

Melalui kegiatan ini, IDSurvey menegaskan bahwa implementasi TJSL tidak lagi dijalankan secara parsial, melainkan diarahkan menjadi strategi terintegrasi yang sejalan dengan kebutuhan bisnis, komitmen holding, serta ekspektasi para pemangku kepentingan. Perseroan memandang TJSL bukan sekadar aktivitas sosial di luar operasional perusahaan, tetapi bagian penting dalam menciptakan nilai ekonomi dan sosial secara berkelanjutan.

Chief Financial Officer IDSurvey, Sinung Triwulandari, mengatakan keberlanjutan bisnis perusahaan jasa TICC tidak hanya bergantung pada keunggulan operasional, namun juga kualitas hubungan dengan masyarakat, regulator, pelanggan, hingga komunitas sekitar.

“Dalam konteks tersebut, TJSL memiliki fungsi strategis dalam membangun dan menjaga social license to operate, yakni bentuk penerimaan sosial yang menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan usaha,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (22/5).

Menurut Sinung, izin formal memang menjadi landasan operasional perusahaan, tetapi pertumbuhan jangka panjang ditentukan oleh tingkat kepercayaan sosial yang dibangun melalui hubungan yang sehat dan berkelanjutan. Karena itu, TJSL perlu ditempatkan sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat legitimasi dan hubungan jangka panjang dengan para pemangku kepentingan.

Ia menambahkan, IDSurvey juga melihat TJSL sebagai kontribusi korporasi dalam membangun ekosistem sosial yang stabil, inklusif, dan resilien. Dalam perspektif pembangunan berkelanjutan, keberhasilan bisnis dinilai tidak hanya dari kemampuan mengelola risiko sosial, tetapi juga kapasitas memperkuat kohesi sosial dan menciptakan hubungan konstruktif antar pemangku kepentingan.

Salah satu agenda utama dalam FIRST Summit adalah Focus Group Discussion (FGD) penyusunan Roadmap TJSL IDSurvey Group. Forum tersebut dirancang untuk memastikan seluruh program TJSL di setiap entitas tetap bergerak dalam koridor strategis yang sama, meski tetap memberikan ruang adaptasi sesuai karakter bisnis masing-masing perusahaan.

“Penyelarasan ini penting agar TJSL IDSurvey Group tidak hanya kuat pada level aktivitas, tetapi juga konsisten dalam arah, terukur dalam dampak, serta semakin relevan dalam menjawab kebutuhan pemangku kepentingan,” kata Sinung.

Melalui penguatan roadmap tersebut, IDSurvey menegaskan komitmennya untuk terus mendorong praktik bisnis yang bertanggung jawab, adaptif, dan mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi perusahaan maupun masyarakat luas.

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Direktorat TJSL Badan Pengaturan BUMN, Fahrudin, menilai TJSL memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem industri dan masyarakat yang semakin membutuhkan layanan testing, inspection, certification, verification, serta sustainability assurance.

“TJSL IDSurvey bukan sekadar program sosial, melainkan instrumen strategis untuk membangun budaya standar, menciptakan ekosistem keberlanjutan, serta memperluas permintaan terhadap layanan assurance nasional,” ujarnya.

Menurut Fahrudin, potensi TJSL dapat dimanfaatkan untuk memperkuat bisnis inti sekaligus membuka peluang pasar baru bagi layanan jasa TICC IDSurvey Group. Hal itu diwujudkan melalui berbagai program seperti pembinaan dan sertifikasi UMKM, edukasi industri hijau dan rantai pasok berstandar, pendampingan sustainability reporting, hingga literasi carbon footprint dan traceability.

Lewat program-program tersebut, IDSurvey Group berupaya mendukung terciptanya ekosistem industri nasional yang semakin tersertifikasi, terstandarisasi, dan berkelanjutan.