INDUSTRY.co.id - Jakarta – Transformasi sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama bagi perusahaan untuk menjaga keberlangsungan bisnis di tengah tekanan geopolitik global, disrupsi teknologi, hingga perubahan ekonomi yang berlangsung cepat. Penguatan human capital berbasis inovasi dan teknologi pun kini menjadi kebutuhan mendesak bagi perusahaan maupun instansi di Indonesia.
Isu tersebut mengemuka dalam Malam Puncak Penghargaan Best Human Capital Awards 2026 yang digelar Majalah Business Asia Indonesia di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (22/5). Ajang penghargaan yang memasuki tahun kedua itu mengusung tema “Transformasi SDM untuk Percepatan Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan”.
Penghargaan diberikan kepada sejumlah perusahaan dan instansi yang dinilai berhasil menciptakan lingkungan kerja positif, meningkatkan kompetensi karyawan, serta mendorong produktivitas yang berkontribusi terhadap pencapaian target bisnis perusahaan.
Ketua Penyelenggara Best HC Award 2026, Juanda Jafar mengatakan transformasi SDM saat ini tidak lagi sekadar menjalankan fungsi administratif, melainkan telah menjadi bagian strategis perusahaan dalam mendorong efisiensi, inovasi, hingga keberlanjutan bisnis.
“Pengembangan SDM yang efektif merupakan sebuah investasi jangka panjang yang dapat membawa dampak positif bagi kinerja dan produktivitas perusahaan/instansi,” ujar Juanda yang juga CEO BusinessAsia Indonesia.
Menurut dia, perusahaan yang mampu membangun human capital unggul akan memiliki daya tahan lebih kuat menghadapi dinamika bisnis yang terus berubah. Karena itu, ia berharap para penerima penghargaan dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk terus meningkatkan kualitas SDM mereka.
Sementara itu, Ketua Dewan Juri Best Human Capital Awards 2026, Dr. Eng. Hary Budiarto, M.Kom., IPM., menilai dunia usaha saat ini menghadapi tekanan besar akibat kondisi geopolitik global serta kenaikan biaya energi dan bahan baku. Dalam situasi tersebut, inovasi menjadi faktor penentu keberlangsungan bisnis.
“Perusahaan harus memiliki inovasi agar tetap eksis. Dan inovasi itu kuncinya ada pada SDM yang memiliki kapasitas dan kemampuan memahami perkembangan teknologi,” kata Hary.
Ia menambahkan, pengembangan human capital kini juga diarahkan pada kemampuan perusahaan memanfaatkan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), otomatisasi, hingga drone untuk menciptakan efisiensi operasional.
“Perusahaan harus mampu menyiapkan SDM unggul yang inovatif sekaligus adaptif terhadap teknologi. Dengan teknologi, perusahaan bisa lebih efisien dan tetap kompetitif,” ujarnya.
Hary menilai kesadaran perusahaan terhadap pentingnya transformasi SDM berbasis teknologi digital, khususnya AI, sebenarnya sudah meningkat. Namun implementasi di lapangan dinilai masih belum berjalan secara terstandarisasi sehingga diperlukan knowledge sharing agar strategi pengembangan SDM lebih efektif.
Menurut dia, perkembangan AI yang sangat cepat juga membuat siklus peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi jauh lebih singkat dibanding sebelumnya.
“Dulu pengembangan kapasitas SDM mungkin dilakukan tiga tahun sekali. Sekarang orang harus belajar lebih cepat karena perkembangan teknologi digital berlangsung sangat cepat,” katanya.
Meski teknologi AI semakin berkembang, Hary menegaskan peran manusia tetap tidak tergantikan dalam pengambilan keputusan strategis perusahaan. Karena itu, penerapan AI perlu diimbangi dengan etika dan tata kelola yang baik.
“AI adalah tool. Manusia tetap menjadi pengambil keputusan utama. Karena itu etika AI dan tata kelola AI juga menjadi sangat penting,” ujarnya.
Best Human Capital Awards sendiri digagas Majalah Business Asia Indonesia bersama para pakar dan profesional human capital, asosiasi, forum HC, komunitas HC, akademisi, serta didukung kementerian terkait. Ajang ini bertujuan memberikan apresiasi kepada perusahaan dan instansi yang berhasil membangun sistem pengembangan SDM unggul sekaligus meningkatkan kesadaran dunia usaha terhadap pentingnya pengelolaan SDM yang efektif dan efisien untuk mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan di era digital.