INDUSTRY.co.id - JAKARTA — Stroke masih menjadi ancaman kesehatan terbesar di Indonesia. Data World Health Organization (WHO) menunjukkan angka kematian akibat stroke di Indonesia pada 2021 mencapai 140,8 per 100.000 penduduk, menjadikannya penyebab kematian tertinggi di Tanah Air. Kondisi ini diperparah dengan tingginya prevalensi hipertensi yang menjadi faktor risiko utama stroke dan penyakit jantung iskemik.

Di tengah kondisi tersebut, OMRON Healthcare meluncurkan Tensimeter Seri EZ & IQ di Indonesia dalam momentum Hari Hipertensi Sedunia. Produk anyar ini diklaim menghadirkan kemudahan pengukuran tekanan darah hanya dalam satu sentuhan, sekaligus mendorong masyarakat lebih rutin memantau tekanan darah secara mandiri dari rumah.

Director OMRON Healthcare Indonesia, Tomoaki Watanabe mengatakan hipertensi kerap tidak disadari karena minim gejala, padahal berpotensi memicu komplikasi serius seperti stroke dan penyakit jantung.

“Di OMRON, kami mempunyai visi Going For Zero, salah satunya adalah meminimalkan penyakit kardiovaskular di Indonesia. Melalui Tensimeter Seri EZ & IQ, kami ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat Indonesia untuk memantau tekanan darah secara akurat, cepat, dan nyaman dari rumah. Selain itu, seri ini juga eco-saving karena 1,5 kali lebih efisien dibanding seri sebelumnya, sehingga ramah lingkungan dan energi,” ujar Tomoaki di Jakarta, Rabu (20/5/2026). 

Hipertensi memang menjadi masalah kesehatan masyarakat yang semakin mengkhawatirkan. Sekitar satu dari tiga orang dewasa di Indonesia hidup dengan tekanan darah tinggi, namun banyak yang baru mengetahui kondisinya setelah muncul komplikasi seperti stroke, gagal ginjal, atau serangan jantung.

Selain risiko kesehatan, stroke juga membawa beban ekonomi yang besar bagi keluarga. Biaya rawat inap, rehabilitasi, obat-obatan hingga kehilangan produktivitas dinilai jauh lebih berat dibanding biaya pencegahan melalui pola hidup sehat dan pemeriksaan rutin.

Kementerian Kesehatan RI sendiri terus mengampanyekan pola hidup CERDIK, yakni cek kesehatan berkala, menghindari asap rokok, rajin beraktivitas fisik, menjaga pola makan sehat, istirahat cukup, dan mengelola stres.

Dr. Eka Harmeiwaty, Ketua Indonesian Society of Hypertension (InaSH) menilai pengukuran tekanan darah secara rutin di rumah menjadi langkah penting untuk mendeteksi hipertensi sejak dini.

“Hipertensi sering tidak bergejala, tetapi dampaknya bisa sangat serius, termasuk komplikasi stroke, penyakit jantung, gagal ginjal, kebutaan dan kepikunan. Pengukuran tekanan darah yang benar dan akurat sangat penting dalam membuat diagnosa hipertensi dan pengukuran secara mandiri di rumah sangat dianjurkan untuk memonitor hasil pengobatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pasien hipertensi juga berisiko mengalami gangguan irama jantung atrial fibrillation (AF) yang dapat meningkatkan risiko stroke dan gagal jantung. Karena itu, deteksi dini AF menjadi sangat penting dilakukan.

OMRON membagi lini produk terbarunya ke dalam dua seri utama. Seri EZ menyasar pengguna yang membutuhkan tensimeter praktis dengan harga lebih terjangkau mulai Rp400.000. Produk ini dilengkapi teknologi IntelliSense™ yang diklaim mampu memberikan hasil pengukuran lebih cepat, akurat, dan nyaman.

Seri ini juga hadir dengan efisiensi energi hingga 1,5 kali lebih hemat dibanding generasi sebelumnya. OMRON menilai fitur tersebut relevan dengan meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap gaya hidup sehat dan ramah lingkungan.

Adapun Seri IQ menyasar pengguna yang membutuhkan fitur lebih canggih, khususnya kelompok lansia dan masyarakat dengan risiko kesehatan lebih tinggi. Seri ini dilengkapi layar lebih besar, manset berukuran 22–42 cm, serta teknologi IntelliWrap™ 360° untuk meminimalkan kesalahan pemasangan manset.

Tidak hanya itu, Seri IQ juga dibekali teknologi IntelliSense AFib® berbasis kecerdasan buatan untuk membantu mendeteksi indikasi atrial fibrillation dalam setiap pengukuran tekanan darah. AFib diketahui dapat meningkatkan risiko stroke hingga lima kali lipat.

Dalam peluncuran produk tersebut, penyiar radio sekaligus pegiat budaya Iwet Ramadhan membagikan pengalamannya mengalami stroke meski merasa telah menjalani pola hidup sehat.

“Kalau saya yang merasa sehat saja bisa terkena stroke, berarti siapa pun harus lebih waspada. Jangan tunggu gejala datang, cek kesehatan secara rutin itu penting,” ujar Iwet.

Sementara itu, aktor dan pembawa acara Dave Hendrik mengingatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin setelah dirinya mengalami serangan jantung.

“Kita sering merasa baik-baik saja, sampai akhirnya terlambat sadar. Dari pengalaman saya, memantau kesehatan secara rutin bisa jadi langkah sederhana yang sangat berarti,” kata Dave.

Selain meluncurkan produk baru, OMRON Healthcare Indonesia juga memperluas jaringan OMRON Experience Center (OEC) menjadi 12 cabang di berbagai kota seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Makassar, hingga Padang. Kehadiran pusat layanan tersebut ditujukan untuk memperkuat layanan purna jual mulai dari edukasi penggunaan alat, servis, hingga kalibrasi perangkat kesehatan.