INDUSTRY.co.id - NGANJUK - Indonesia berhasil mewujudkan swasembada pangan hanya dalam 1 tahun. Keberhasilan itu membuat sejumlah negara kini antre meminta pasokan beras dari RI.
Hal itu disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Kamis 15 Mei 2026.
“Sekarang banyak negara minta beli beras dari kita. Minta beli beras dari kita,” ungkap Prabowo di hadapan ribuan petani dan anggota koperasi.
Prabowo menyebut capaian ini jauh melampaui target awal. Ia sebelumnya memberi tugas ke Kementerian Pertanian untuk swasembada dalam 4 tahun, tapi berhasil diwujudkan dalam 1 tahun.
“Saya beri tugas swasembada dalam 4 tahun. Mereka bisa hasilkan dalam 1 tahun. Saya terima kasih,” ujarnya.
Meski banyak negara meminta, Prabowo menegaskan prioritas tetap rakyat dan petani dalam negeri. Ia menolak menjadikan pangan sebagai komoditas yang hanya dihitung untung rugi.
“Jangan nyetop, tapi jangan jual terlalu murah. Ingat, krisis bisa lama ini. Yang utama kita amankan rakyat kita dulu,” tegasnya.
Bagi Prabowo, pangan adalah persoalan hidup dan mati bangsa, bukan sekadar urusan ekonomi. Karena itu, ketahanan pangan menjadi tanggung jawab langsung kepala negara.
“Kalau bangsa ini lapar, saya yang bertanggung jawab. Saya yang bertanggung jawab,” katanya.
Pengalaman Prabowo sebagai mantan komandan pasukan juga membentuk pandangannya tentang pentingnya stok pangan. Ia mencontohkan, pasukan tidak bisa bertempur jika tidak ada beras.
“Sebelum berangkat operasi, kita cek berapa beras yang kita punya. Kalau pasukan tidak makan, tidak bisa perang,” ungkapnya.
Prabowo menutup pidato dengan ajakan agar bangsa Indonesia berani percaya pada kemampuan sendiri.
“Kita juga harus berani mengiklankan diri kita sendiri. Bukan mengiklankan kebohongan tapi kebenaran,” tutupnya.