INDUSTRY.co.id - JAKARTA - Pasar kripto bergerak hati-hati menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang diperkirakan menjadi penentu arah aset berisiko dalam jangka pendek. Bitcoin (BTC) masih mampu bertahan di atas level psikologis US$ 80.000, namun pelaku pasar mulai mewaspadai potensi tekanan apabila data Consumer Price Index (CPI) April keluar lebih tinggi dari proyeksi.

Pada perdagangan 12 Mei 2026, Bitcoin tercatat berada di level US$ 81.550 atau sekitar Rp 1,42 miliar, naik tipis 0,09% dalam 24 jam terakhir. Sementara itu, dominasi pasar Bitcoin (BTC.D) berada di level 60,75% dengan kapitalisasi pasar kripto global stagnan di kisaran US$ 2,69 triliun.

Pergerakan BTC saat ini cenderung konsolidatif di area US$ 81.500. Pelaku pasar menanti rilis inflasi AS yang diperkirakan naik menjadi 3,7% secara tahunan dibandingkan 3,3% pada Maret lalu. Kenaikan CPI dipicu lonjakan harga minyak dunia pada Maret yang sempat menembus level US$ 100 per barel.

“Bitcoin wajib bertahan di atas support psikologis US$ 80.000. Jika data CPI lebih tinggi dari ekspektasi, BTC berisiko terseret ke zona support selanjutnya di US$ 76.000,” kata Panji Yudha, Financial Expert Ajaib di Jakarta, Selasa (12/5). 

Di tengah ketidakpastian global, arus dana institusi masih mengalir ke instrumen berbasis Bitcoin. ETF Bitcoin Morgan Stanley (MSBT) mencatat inflow mencapai US$ 193,6 juta pada bulan pertama peluncurannya tanpa mencatat outflow. Kondisi ini dinilai memperkuat fondasi harga Bitcoin meski volatilitas pasar meningkat akibat sentimen geopolitik dan arah kebijakan suku bunga AS.

Sentimen positif juga datang dari sektor altcoin. Hari ini, 21Shares resmi meluncurkan ETF Hyperliquid (HYPE) dengan kode ticker TYPE di bursa. Produk investasi tersebut menawarkan biaya manajemen rendah sebesar 0,30%, yang dinilai dapat menarik investor institusi ke aset digital generasi baru.

Di sisi lain, Solana (SOL) melanjutkan reli dengan kenaikan lebih dari 15% dalam sepekan terakhir dan mendekati level US$ 100. Penguatan tersebut ditopang optimisme pasar terhadap pengembangan Alpenglow consensus protocol upgrade yang semakin mendekati peluncuran mainnet.

Kinerja positif juga tercermin pada saham emiten kripto. Saham Circle (CRCLX) melonjak 20% setelah laporan kinerja kuartal I 2026 dirilis. Meski pendapatan sebesar US$ 694 juta sedikit di bawah estimasi analis, pertumbuhan sirkulasi stablecoin USDC berhasil mengangkat laba per saham (EPS) menjadi US$ 0,21 atau melampaui ekspektasi pasar.

Untuk perdagangan hari ini, Bitcoin diproyeksikan bergerak pada rentang US$ 80.000 hingga US$ 82.000. Sementara Ethereum diperkirakan bergerak di kisaran US$ 2.250 hingga US$ 2.400.