INDUSTRY.co.id - JAKARTA — PT BNI Multifinance (BNI finance) mempercepat transformasi digital dengan memigrasikan sistem inti perusahaan (core system) ke layanan cloud Microsoft Azure. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat stabilitas operasional, keamanan data, sekaligus mendukung ekspansi bisnis dan inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI) di tengah meningkatnya kompleksitas industri multifinance.
Sebagai anak usaha PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk yang telah beroperasi sejak 1983, BNI finance kini memiliki 52 kantor cabang di seluruh Indonesia dengan fokus pada pembiayaan multiguna, investasi, dan modal kerja. Tingginya volume transaksi serta tuntutan kepatuhan regulasi membuat perusahaan membutuhkan infrastruktur digital yang lebih modern dan terintegrasi.
Dalam proses transformasi tersebut, BNI finance memigrasikan core system multifinance yang dikembangkan oleh PT Adicipta Inovasi Teknologi (AdIns) ke platform Microsoft Azure. Perusahaan menilai cloud Azure mampu menghadirkan tingkat keamanan, ketersediaan layanan, dan kepatuhan regulasi yang dibutuhkan sektor jasa keuangan.
Kepala Divisi IT BNI finance, Yudi Satriadi Thamrin, mengatakan migrasi ini merupakan langkah strategis untuk membangun fondasi digital jangka panjang yang aman dan siap mendukung inovasi bisnis berbasis data dan AI.
“Migrasi ini bukan sekadar pindah ‘rumah’ infrastruktur, melainkan langkah strategis untuk membangun fondasi digital yang aman dan siap menyambut inovasi berbasis data dan AI demi kemajuan bisnis jangka panjang. Kehadiran cloud region yang beroperasi di Indonesia juga krusial bagi kami untuk meminimalisir latensi dan memastikan residensi data tetap berada di dalam negeri sesuai amanat regulasi nasional,” ujar Yudi.
Migrasi tersebut mencakup pemindahan lebih dari 200 terabyte data, lebih dari 100 layanan aplikasi, serta berbagai microservices yang saling terhubung. Seluruh proses diselesaikan dalam waktu kurang dari dua bulan tanpa mengganggu operasional bisnis yang melayani lebih dari 1.000 transaksi per bulan di seluruh cabang.
BNI finance menerapkan pendekatan migrasi terstruktur dengan memetakan dependensi seluruh microservices, menetapkan target Recovery Time Objective (RTO) dan Recovery Point Objective (RPO), hingga memanfaatkan layanan Database Migration Service (DMS) dan Azure Migrate untuk memastikan proses perpindahan berjalan efisien.
Dalam proyek ini, BNI finance juga menggandeng PT Intikom Berlian Mustika (INTIKOM) sebagai mitra teknologi untuk memastikan pengamanan berlapis selama proses migrasi berlangsung.
Hasilnya, migrasi berhasil diselesaikan tanpa kehilangan data atau zero data loss serta tetap menjaga tingkat layanan operasional di atas 99,5% Service Level Agreement (SLA).
Sejak resmi beroperasi di Microsoft Azure pada 1 Januari 2026, perusahaan mengaku mulai merasakan peningkatan stabilitas sistem, terutama saat menghadapi lonjakan transaksi pada jam operasional tinggi. Pengelolaan infrastruktur juga dinilai lebih efisien melalui dashboard pemantauan terpusat dan kebijakan keamanan otomatis.
Modernisasi aplikasi kritikal dilakukan dengan dukungan Azure Kubernetes Service (AKS) untuk meningkatkan skalabilitas sistem. Selain itu, integrasi layanan Microsoft Entra dan Microsoft Purview memperkuat tata kelola data serta mendukung kepatuhan terhadap standar keamanan global.
BNI finance juga mencatat kemampuan deteksi potensi ancaman siber meningkat hingga 20% lebih cepat setelah migrasi dilakukan melalui penerapan Azure Policy dan sistem deteksi otomatis.
Ke depan, fondasi teknologi baru ini akan dimanfaatkan untuk pengembangan data analytics, adopsi AI dalam operasional bisnis, hingga machine learning untuk penilaian kredit, evaluasi risiko, dan analisis prediktif.
Azure Go to Market Lead Microsoft ASEAN, Fiki Setiyono, mengatakan keberhasilan migrasi ini menunjukkan kemampuan cloud dan AI dalam mendukung transformasi sektor jasa keuangan di Indonesia.
“Keberhasilan BNI finance menjalankan aplikasi inti krusial di Azure menunjukkan bagaimana Microsoft menghadirkan solusi cloud dan AI dengan skalabilitas dan keamanan yang mendukung transformasi bisnis sekaligus membuka peluang inovasi ke depannya. Tidak hanya itu, kolaborasi dengan pelanggan dan mitra kami juga menegaskan peran Microsoft sebagai katalisator transformasi digital bagi sektor jasa keuangan di Indonesia,” kata Fiki.
Microsoft menyebut layanan Azure dirancang untuk membantu institusi keuangan menjalankan operasional penting dengan standar keamanan, tata kelola data, dan manajemen risiko yang selaras dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Transformasi digital yang dilakukan BNI finance dinilai menjadi salah satu contoh implementasi cloud mission-critical dengan residensi data lokal di Indonesia Central cloud region, sekaligus menandai semakin kuatnya adopsi teknologi cloud di industri multifinance nasional.