INDUSTRY.co.id - Lombok, Deru mesin dan tensi kompetisi kembali menggema di Pertamina Mandalika International Circuit saat Liqui Moly Subaru BRZ Super Series 2026 memasuki babak Race 2 dalam rangkaian Mandalika Festival of Speed (MFoS). Di lintasan yang sama, cerita baru tercipta—lebih tajam, lebih rapat, dan semakin menegaskan arah masa depan motorsport nasional.
Balapan kali ini bukan sekadar adu cepat. Ia menjelma menjadi panggung pembuktian—tentang konsistensi, kecermatan membaca momen, dan keberanian mengambil keputusan di detik-detik krusial. Dalam format one-make race yang menjanjikan kesetaraan performa, setiap pembalap dituntut mengandalkan kemampuan murni.
Selama 15 lap, ritme balapan terjaga dalam tempo tinggi. Catatan waktu yang berkisar di angka 1 menit 53 hingga 1 menit 57 detik menjadi bukti betapa tipisnya margin performa di antara para pembalap. Tidak ada ruang untuk lengah.
Di tengah tekanan itu, insiden sempat terjadi—pengingat bahwa motorsport selalu berjalan di batas ekstrem. Namun, dengan standar keselamatan tinggi yang diterapkan, pembalap yang terlibat dipastikan selamat tanpa cedera serius. Sebuah validasi nyata bahwa aspek safety bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama.
Sorotan utama jatuh pada Demas Agil dari Dewa United Motorsport. Sempat tergelincir dari posisi ideal, ia menunjukkan ketenangan yang jarang dimiliki—memulihkan ritme, membaca celah, dan melancarkan manuver overtake krusial di tiga lap terakhir. Kemenangan pun diamankan dengan selisih 1,581 detik dari Rio SB di posisi kedua.
Rio sendiri tampil impresif dengan mencatatkan fastest lap 1:53,257—sebuah penegasan bahwa persaingan di barisan depan semakin sengit dan tidak terduga.
Daniel Sutrisno melengkapi podium di posisi ketiga, diikuti oleh Henri dan Sudarmono yang menutup lima besar.
Di balik hasil tersebut, klasemen mulai membentuk narasi tersendiri. Demas Agil kini berdiri kokoh di puncak dengan 50 poin dari dua kemenangan beruntun. Namun di belakangnya, perburuan semakin terbuka—Sudarmono, Henri, Fitra Eri, dan Rio SB hanya terpaut tipis, siap mengubah peta persaingan kapan saja.
Pada kategori tim, Dewa United Motorsport mengukuhkan dominasi dengan 66 poin, sementara Rizqy x GP dan Wish Motorsport terus menempel ketat. Dinamika ini menciptakan ketegangan baru yang akan terbawa hingga ronde berikutnya.
Lebih dari sekadar hasil, Race 2 menegaskan esensi dari kejuaraan ini: presisi, konsistensi, dan kontrol sebagai mata uang utama. Tidak ada keunggulan instan—yang ada hanyalah akumulasi dari keputusan-keputusan kecil yang menentukan hasil akhir.
Di balik itu semua, Subaru BRZ memainkan peran sentral. Dengan konfigurasi mesin boxer, distribusi bobot seimbang, dan pusat gravitasi rendah, mobil ini bukan hanya alat kompetisi, tetapi juga medium pembelajaran. Stabilitas dan karakter handling-nya menjadikannya platform ideal untuk mengasah kemampuan pembalap dalam kondisi balap yang sesungguhnya.
Tak hanya performa, aspek keselamatan juga menjadi prioritas. Struktur kendaraan yang kokoh, integrasi roll cage sesuai regulasi, hingga standar teknis yang ketat memastikan bahwa setiap pembalap berlaga dalam perlindungan maksimal.
Executive General Manager Subaru Indonesia, Adrian Quintano, mengatakan “Liqui Moly Subaru BRZ Super Series dirancang sebagai platform yang mengedepankan fairness dan kompetisi berbasis kemampuan. Race 2 menunjukkan bahwa pendekatan ini berhasil menciptakan balapan yang kompetitif sekaligus relevan untuk pengembangan pembalap, tanpa mengesampingkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama.”
Founder Max Motorsport, Yahya Adi Nugroho, menambahkan “Peningkatan kualitas grid dan kedalaman kompetisi yang kami saksikan hingga Race 2 mencerminkan kematangan yang semakin baik dalam ekosistem motorsport nasional. Ditambah dengan standar keselamatan yang tinggi, kejuaraan ini menjadi indikator positif bahwa Liqui Moly Subaru BRZ Super Series mampu mendorong lahirnya talenta yang kompetitif sekaligus menjaga keamanan pembalap..”
Melalui ajang ini, Subaru Indonesia tidak hanya menggelar kompetisi, tetapi membangun ekosistem. Sebuah ruang di mana talenta diasah, standar ditingkatkan, dan keselamatan dijaga tanpa kompromi.
Race 2 mungkin telah usai, tetapi ceritanya belum selesai. Dengan persaingan yang semakin terbuka dan kualitas yang terus meningkat, musim 2026 menjanjikan lebih banyak drama, lebih banyak duel, dan mungkin—lahirnya bintang baru di lintasan nasional.