INDUSTRY.co.id - INNIO Group bersama Net Zero Innovation Hub for Data Centers telah menyelesaikan demonstrasi penting yang pertama di industri ini mengenai daya cadangan untuk pusat data dengan menggunakan mesin gas berbahan bakar hidrogen 100% pada skala 3 MW. Pengujian ini dilakukan sebagai bagian dari pendekatan kerja sama dan terstruktur oleh Hub untuk mengidentifikasi dan memvalidasi berbagai teknologi inovatif guna memungkinkan penerapan skala besar di industri pusat data. Pakar teknis dari Microsoft, Google, dan Data4 menyaksikan pengujian langsung untuk menilai kinerja berdasarkan persyaratan operasional pusat data.

Mesin gas alam INNIO dikenal karena memiliki kemampuan penyalaan yang cepat, respons transien yang kuat, dan kinerja yang stabil. Sekarang karakteristik kinerja ini berhasil didemonstrasikan dengan menggunakan hidrogen.

Dalam pengujian kelas 3 MW di fasilitas riset INNIO, mesin Jenbacher berbahan bakar hidrogen berhasil memenuhi profil respons yang dibutuhkan untuk operasional pusat data yang penting. Pencapaian ini divalidasi dengan menggunakan berbagai profil beban AI dan fluktuasi beban yang besar dan cepat untuk mensimulasikan kondisi pusat data di dunia nyata. Pakar teknis dari Microsoft, Google, dan Data4 menyaksikan pengujian langsung dan menilai kinerja berdasarkan persyaratan pusat data di dunia nyata, yang menegaskan bahwa mesin hidrogen sangat menjanjikan untuk kebutuhan daya cadangan dan utama bagi pusat data generasi berikutnya yang menghadapi permintaan tinggi.

Pengujian ini adalah bagian dari proses kerja sama dan terstruktur di Hub untuk meningkatkan inovasi. Di Hub, para pemimpin industri pusat data bersama-sama menentukan persyaratan teknologi baru yang akan diterapkan dalam skala besar di pusat data. Menindaklanjuti Permintaan Informasi (RFI) global terhadap solusi cadangan rendah karbon, hidrogen dan bahan bakar bersih dipilih sebagai jalur pengganti generator cadangan diesel. Teknologi mesin gas Jenbacher dari INNIO dipilih untuk validasi skala MW, di mana perusahaan mempersiapkan dan berhasil melaksanakan pengujian tersebut bersama tim teknis Hub. Tim Hub terdiri dari mitra industri seperti Data4, Google, Microsoft, Schneider Electric, dan Vertiv.

Karena pertumbuhan beban yang didorong oleh AI menjadi kian cepat, operator pusat data memprioritaskan kepastian pasokan, kecepatan penerapan, dan dekarbonisasi. Analis industri memperkirakan bahwa sistem energi Behind-The-Meter (BTM) dan sistem energi hibrida di pusat data yang baru dibangun akan meningkat dari 10-20% pada tahun 2025 menjadi 50-60% pada tahun 2030. Hal ini menegaskan kebutuhan bahan bakar alternatif yang dapat ditingkatkan dan rendah karbon untuk sistem cadangan berbahan bakar diesel.

“Pusat data adalah tulang punggung ekonomi digital dan kebutuhan energinya meningkat pesat. Uji validasi ini menunjukkan bahwa teknologi INNIO menghasilkan kinerja transien, ketahanan, dan fleksibilitas yang dibutuhkan pusat data, bahkan ketika beroperasi dengan menggunakan 100% hidrogen,” kata Dr. Olaf Berlien, Presiden & CEO INNIO Group.

“Kesuksesan pengujian ini menegaskan solusi pencadangan bersih yang dapat ditingkatkan sekaligus pendekatan kerja sama Hub yang baru untuk mempercepat penerapan solusi inovatif di industri pusat data,” kata Alberto Ravagni, CEO Net Zero Innovation Hub for Data Centers.

Solusi daya cadangan BTM dan daya utama yang menggunakan tenaga hidrogen menawarkan cara yang menjanjikan untuk daya cadangan dan daya utama rendah karbon sehingga memungkinkan penerapan pusat data yang lebih cepat, integrasi jaringan listrik, dan stabilisasi jaringan listrik. INNIO Group dan Net Zero Innovation Hub for Data Centers berencana terus bekerja sama mengembangkan solusi ini dengan berfokus pada faktor-faktor penting seperti ketersediaan bahan bakar, infrastruktur, penyimpanan, perizinan, kemampuan bahan bakar ganda, dan integrasi arsitektur pusat data.