INDUSTRY.co.id - Jakarta, Di tengah pesatnya perkembangan teknologi kesehatan, inovasi di bidang pendengaran kembali mencuri perhatian. Sebuah terobosan baru kini hadir, menawarkan harapan jangka panjang bagi individu dengan gangguan pendengaran melalui pendekatan yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Teknologi terbaru ini hadir dalam bentuk sistem implan koklea pintar generasi mutakhir, Cochlear™ Nucleus® Nexa™ System. Berbeda dari pendahulunya, sistem ini dirancang tidak hanya sebagai solusi saat ini, tetapi juga sebagai perangkat yang siap berkembang mengikuti kemajuan teknologi di masa depan. Pembaruan perangkat lunak kini dapat dilakukan langsung pada implan, memungkinkan pengguna tetap terhubung dengan inovasi terbaru tanpa perlu mengganti perangkat utama.
Keunggulan lainnya terletak pada keberadaan memori internal dan firmware yang dapat diperbarui—sebuah fitur yang menjadikan sistem ini sebagai pelopor di kategorinya. Dengan demikian, pengguna dapat menikmati peningkatan teknologi baik melalui prosesor suara maupun implan itu sendiri, membuka akses terhadap berbagai inovasi seiring waktu.
Ashish Joshi – Marketing Director, Cochlear (Asian Growth Markets), menyampaikan: “Nexa System merupakan implan koklea pintar pertama dan satu-satunya di dunia yang menghadirkan terobosan signifikan dalam solusi pendengaran. Cochlear bangga dapat menghadirkan inovasi ini di kawasan ASEAN, termasuk Indonesia, sebagai bagian dari komitmen kami dalam memperluas akses terhadap teknologi pendengaran yang lebih canggih dan berkelanjutan.
Melalui inovasi ini, kami berharap dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi para pengguna, sekaligus mendukung transformasi dalam penanganan gangguan pendengaran di Indonesia.”
Di Indonesia, kehadiran inovasi ini disambut positif oleh Kasoem Hearing Center sebagai distributor resmi. Bagi mereka, teknologi ini bukan sekadar pembaruan, melainkan lompatan besar dalam kualitas layanan.
Trista Kasoem, perwakilan dari Kasoem Hearing Center, menyampaikan : “Teknologi ini merupakan lompatan besar dalam dunia implan pendengaran. Dengan adanya sistem yang dapat terus diperbarui, pasien tidak hanya mendapatkan solusi untuk saat ini, tetapi juga akses terhadap inovasi di masa depan. Ini sejalan dengan komitmen kami untuk memberikan layanan terbaik dan berkelanjutan bagi pasien di Indonesia.”
Salah satu fitur unggulan dari sistem ini adalah kemampuannya menyimpan pengaturan prosesor suara secara personal (MAP’s) langsung di dalam implan. Hal ini memungkinkan pasien untuk kembali terhubung dengan cepat ketika menggunakan prosesor baru atau pengganti, tanpa perlu pengaturan ulang yang kompleks.
Implementasi teknologi ini di Indonesia telah dimulai melalui prosedur operasi pertama yang dilakukan di Siloam Hospitals Lippo Village. Prosedur tersebut menjadi tonggak penting dalam adopsi teknologi implan koklea pintar di Tanah Air.
dr. Eko Teguh Prianto, Sp.THT-KL, sebagai dokter yang melakukan tindakan operasi, menjelaskan : “Nucleus Nexa System merupakan inovasi terbaru Implan Koklea yang dapat memberikan kualitas pendengaran yang lebih optimal untuk jangka panjang pada pasien dengan gangguan pendengaran. Hal ini tentunya dapat meningkatkan kualitas hidup para pengguna. Tidak kalah penting, sistem ini didukung oleh tingkat keandalan implan yang telah terbukti tinggi, mencapai 99,76%, sehingga memberikan rasa aman dan kepercayaan bagi pengguna”.
Dari sisi institusi layanan kesehatan, langkah ini juga menjadi kebanggaan tersendiri.
Sementara itu, perwakilan dari Siloams Lippo Village, Alexander Mutak menjelaskan sebagai rumah sakit pertama yang melakukan prosedur ini menyatakan : “Kami bangga dapat menjadi bagian dari pengenalan teknologi implan koklea pintar di Indonesia. Inovasi ini membuka peluang lebih luas bagi pasien dengan gangguan pendengaran untuk mendapatkan penanganan yang lebih modern dan efektif.”
Secara global, gangguan pendengaran masih menjadi tantangan besar dengan jumlah penderita yang mencapai ratusan juta orang. Dalam konteks ini, implan koklea memainkan peran krusial karena mampu merangsang langsung saraf pendengaran, berbeda dengan alat bantu dengar konvensional yang hanya memperkuat suara.
Dengan hadirnya Cochlear™ Nucleus® Nexa™ System di Indonesia, terbuka peluang baru bagi pasien untuk memperoleh kualitas pendengaran yang lebih baik—bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk masa depan yang terus berkembang.