INDUSTRY.co.id - Jakarta, Amerika Serikat pada Sabtu (3/1) melancarkan serangan militer ke Venezuela dan menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, yang kemudian dibawa ke New York untuk menjalani proses hukum terkait tuduhan perdagangan narkotika. Presiden AS, Donald Trump, mengatakan bahwa AS akan “mengelola Venezuela untuk sementara waktu” serta membuka kemungkinan dilakukannya operasi militer lanjutan apabila rezim Maduro tidak kooperatif.

Reuters melaporkan bahwa pemerintah AS telah meminta perusahaan-perusahaan minyak AS untuk kembali berinvestasi di Venezuela. Venezuela sendiri memiliki cadangan minyak terbesar di dunia — sekitar 17% dari total cadangan minyak mentah dunia (proven reserves), melampaui Arab Saudi. Namun, produksinya saat ini masih sangat terbatas, yakni kurang dari 1% produksi minyak global, akibat sanksi internasional dan minimnya investasi selama bertahun–tahun.

Menyusul perkembangan tersebut, OPEC+ dalam pertemuannya pada Minggu (4/1) memutuskan untuk mempertahankan rencana produksi (unchanged), sembari mengatakan bahwa penyesuaian produksi sebagai respons terhadap situasi Venezuela masih terlalu prematur.

Reaksi pasar relatif tenang merespon perkembangan ini. Harga minyak Brent pada perdagangan Senin (5/1) pagi hanya naik +0,5% ke level ~US$61/bbl, sebelum melemah -0,6% ke ~US$60/bbl pada sore harinya. Sementara itu, harga emas menguat sepanjang Senin hingga naik +2,3% ke level US$4.433/oz per Senin sore.

Reaksi harga minyak pada perdagangan Senin mencerminkan bahwa para pelaku pasar tidak menaruh kekhawatiran yang besar pada potensi gangguan pasokan jangka pendek dari perkembangan ini, mengingat kontribusi produksi Venezuela yang minim. Dalam jangka yang lebih panjang, potensi tambahan pasokan dari Venezuela dan dampaknya terhadap harga minyak akan bergantung kepada berbagai faktor termasuk dinamika politik serta komitmen investasi perusahaan–perusahaan minyak. 

Meski harga minyak cenderung muted, namun sejumlah emiten migas menguat pada perdagangan Senin seperti $ENRG (+3,4%), $MEDC (+2,4%) dan $ELSA (+2%). Sementara itu, kenaikan harga emas memberikan sentimen positif pada harga saham emiten emas dengan $BRMS (+8,1%), $ARCI (+4,9%) dan $HRTA (+5,6%) menguat pada perdagangan Senin.