INDUSTRY.co.id - Jababeka, Cikarang - Industri perisa dan aromatik(flavor & fragrance di Indonesia telah menjadi bagian tak terpisahkan dari berbagai sektor, mulai dari makanan, minuman, produk kosmetik, dan kebersihandalam kategorihair care, fabric care, serta air and home care.

Dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa dan meningkatnya daya beli masyarakat, pasar ini terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Data dari Statista Market Insights mem-proyeksikan bahwa pendapatan pasar parfum saja di Indonesia akan mencapai USD 440,9 juta pada tahun 2024.

"Industri flavor dan fragrance terus berkembang pesat di Indonesia. Hal ini tidak hanya karena besarnya jumlah populasi, tetapi juga karena perubahan gaya hidup konsumen yang semakin menghargai pro-duk-produk berkualitas,” ujar Imam Syuhada, Manufacturing and Project Engineering Director PT Mane Indonesia.

Putra asli Cikarang yang telah bergabung di Mane Indonesia selama 2 dekade lebih itu menjelaskan, Mane Indonesia adalah perusahaan flavor and fragrance design industry.

“Untuk flavor, produk kami digunakan sebagai perisa untuk aplikasi makanan dan minuman. Se-dangkan fragrance mencakup seluruh senyawa aromatik yang digunakan un-tuk menciptakan wangi pada produk non-makanan,” jelas Imam ketika di-wawancarai.

Aplikasi produk-produk Mane sendiri sangat luas. Dapat dikatakan bahwa dalam kehidupan sehari-hari produk flavordan fragrance yang dihasilkan oleh Mane Indonesia, diaplikasikan dalam produk yang digunakan dari ujung kepala hingga ujung kaki.

“Bahkan saat ini, produk seperti oli, pelumas, hingga cat pun sudah menggunakan fragrance,” tambahnya.

Adapun untuk perisa diproduksi dalam berbagai bentuk, seperti cairan (liquid), bubuk (powder), butiran (granule), hingga emulsi.

“Semua tergantung pada kebutuhan aplikasi dari pelanggan dan jenis produk akhir yang ingin mere-ka hasilkan,” urai Imam.

Mane Indonesia sendiri kini memiliki tiga fasilitas produksi, pertama di Jababeka Cikarang, kedua di Cibitung dan ketiga di Cikampek.

“Fasilitas pertama kami di Jababeka Cikarang khusus memproduksi perisa powder atau serbuk, untuk aplikasi makanan manis (sweet) dan gurih (savory) seperti bumbu (seasoning). Sedangkan fasilitas di Cibitung memproduksi liquid fragrance dan liquid flavor. Di Cikampek, kami memproduksi perisa powder untuk aplikasi makanan dengan standar higienis yang sangat tinggi, seperti untuk industri farmasi dan susu (dairy),” paparnya.

Sedikit menengok sejarahnya di pentas global, kiprah Mane Group dimulai pada tahun 1871 di Perancis. Ketika itu, Victor Mane mendirikan perusahaan keluarga, Victor Mane & Fils (VMF) yang awalnya fokus pada ekstraksi aroma dari bunga-bunga lokal dari Perancis bagian selatan.

Seiring waktu, Mane Group berkembang menjadi salah satu pemimpin global di industri flavordan fragrance. Saat ini, Mane memiliki fasilitas produksi di berbagai negara, termasuk Indonesia, yang menjadi basis regional penting di Asia Tenggara,

“Kita banyak mengekspor ke Thailand, Myanmar, Filipina dan negara asia lain lainnya,” jelas Imam.

PT Mane Indonesia mulai resmi beroperasi di tahun 1998 dengan lokasi strategis di kawasan industri Jababeka, Cikarang. Perusahaan ini memiliki kapasitas produksi hingga ribuan ton per tahun, dengan fasilitas modern yang tersebar di Cikarang, Cibitung, dan Cikampek.

“Indonesia adalah pasar strategis bagi Mane Group, bukan hanya karena potensi pasarnya, tetapi juga karena posisi geografisnya yang memungkinkan kami untuk mendukung ekspor ke berbagai negara di Asia,” ujar Imam.Imam Syuhada yang merupakan salah satu figur penting di balik keberhasilan Mane Indonesia saat ini.

Putra Cikarang di Mane Indonesia

Dengan latar belakang pendidikan Teknologi Pangan dan Gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), perjalanan karir Imam dimulai di perusahaan comsumer goods terbesar di Indonesia, di divisi Instant Noodle. Memulai karirnya di departemen Process Development And Qualtity Control, dan terakhir menjabat sebagai Team Leader ERP/SAP Project.

Dan kemudian pada tahun 2001 Imam bergabung dengan Mane Indonesia sebagai Quality Assurance and Regulatory Affairs Manager.Kehadiran Imam di Mane Indonesia bermula dari sebuah kebetulan yang menarik. Saat masih bekerja di perusahaan sebelumnya, pada suatu Jumat pagi, ia tanpa sengaja menemukan iklan lowongan pekerjaan di PT Mane Indonesia melalui surat kabar.

Mengetahui bahwa PT Mane Indonesia adalah perusahaan multinasional yang bergerak di bidang industri flavor dan fragrance, ditambah lagi posisi yang ditawarkan adalah QA and Regulatory Affairs Manager, serta lokasi perusahaan yang berada di area Cikarang, Imam sangat tertarik sehingga segera menyiapkan dokumen yang diperlukan yang kemudian diantar langsung ke kantor PT Mane Indonesia pada Jumat pagi tersebut.

Tak disangka, pada hari yang sama, ia diundang untuk wawancara. Lebih mengejutkan lagi, proses wawancara yang berlangsung dengan Managing Director PT Mane Indonesia saat itu. Berlatar belakang pendidikan dan pengalaman di pekerjaan sebelumnya, Imam sangat menguasai apa yang diharapkan dari kandidat untuk mengisi posisi QA and Regulatory Manager. Dan di hari yang sama, Imam mendapatkan keputusan bahwa diterima bekerja di Mane Indonesia.

“Saya wawancara langsung dengan direkturnya, Selesai wawancara, saya langsung diterima. Luar biasa!” kenang Imam dengan senyuman, mengingat momen yang menjadi titik balik penting dalam perjalanan kariernya.

Sejak bergabung dengan Mane Indonesia, Imam mulai membangun kariernya dengan penuh dedikasi dan komitmen.

“Pada awalnya, Mane Indonesia masih berada dalam tahap pengembangan. Namun, kami memiliki visi besar untuk menjadi pemimpin di industri ini, baik di pasar lokal maupun regional,” tuturnya.

Selama Imam bergabung, Mane Indonesia telah mencatat berbagai pencapaian, termasuk empat kali ekspansi fasilitas di Jababeka serta pembangunan dua pabrik baru di Cibitung dan Cikampek. Imam dikenal dengan gaya kepemimpinannya yang humanis, inovatif, dan fleksible dalam merangkul semua karyawan dan pihak terkait.

Inovatif dan fleksibilitas juga merupakan komitmen Mane Indonesia untuk memenuhi permintaan pasar yang mencakup dukungan kepada usaha kecil dan menengah, dengan tetap menjaga standar kualitas yang tinggi.

“Di Mane Indonesia, kami melayani semua pelanggan tanpa terkecuali. Bahkan usaha kecil sekalipun menjadi bagian dari prioritas kami, karena kami percaya bahwa tumbuh bersama pelanggan adalah inti dari filosofi kami,” ujar Imam dengan penuh keyakinan.

Ia menambahkan, Mane memiliki fleksibilitas dalam memproses pesanan, mulai dari pesanan kecil hingga besar, dengan waktu pengerjaan yang cepat.

"Ini adalah keunggulan kami dibandingkan kompetitor," ujarnya.

Salah satu kontribusi Imam sebagai Manufacturing and Project Engineering Director adalah pengembangan fasilitas produksi dengan standar tinggi, seperti pabrik di Cikampek yang mematuhi standar higienitas kelas dunia.

“Pabrik kami di Cikampek memiliki standar higienitas yang sangat tinggi, bahkan di zona tertentu, karyawan harus mengganti pakaian beberapa kali untuk menjaga higienitas,” jelas Imam seraya menyebut total karyawan Mane Indonesia di ketiga pabrik itu berjumlah 700-an orang.

Dalam menjalankan perannya, Imam mendorong implementasi sistem manajemen mutu berbasis ISO 9001, ISO14000, FSSC 22000, Halal Assurance System, CPPOB, SMK3, and SEDEX di seluruh lini produksi Mane Indonesia. Tidak hanya fokus pada aspek operasional, Imam juga menjadi penggerak utama dalam inisiatif keberlanjutan di Mane Indonesia.

Mane Indonesia telah mengintegrasikan tujuan keberlanjutan dalam strategi jangka pendek dan panjang perusahaan. Mane Group memiliki Sustainability Devel pment Policy, yang mana Imam memegang peran penting dalam komitmen dan implementasinya.

Beberapa pilar penting dalam Kebijakan Pembangunan Berkelanjutan Mane Group adalah efisiensi energi dan penggunaan energi terbarukan, mengurangi emisi, mencegah dampak polusi dan pencemaran, ekonomi sirkular, dan hal penting lainnya adalah partisipasi dalam pengembangan serta pemberdayaan masyarakat lokal.Beberapa langkah nyata yang telah berhasil diinisiasi oleh Imam dan tim dibawahnya adalah penerapan penggunaan 100% energi terbarukan, termasuk instalasi panel surya (solar panel)yang mendukung kebutuhan energi harian.

Teknologi ini tidak hanya membantu mengurangi jejak karbon, tetapi juga meningkatkan efisiensi energi secara keseluruhan. Selain itu, Mane Indonesia telah mengadopsi sistem pengelolaan limbah yang inovatif, termasuk mendaur ulang air untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.Sebagai putra daerah, Imam tidak melupakan akarnya. Imam terlibat langsung dalam program pemberdayaan masyarakat lokal baik dari sisi pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Imam ikut turun langsung ke sekolah-sekolah di sekitar Cikarang untuk memberikan motivasi bahwa siapapun mampu untuk sukses asal mau belajar dan bekerja keras. Selain itu Imam juga terlibat langsung baik dari konsep maupun kehadiran langsung dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat termasuk pemberdayaan pada kelompok disabilitas.Imam melihat peluang besar bagi Mane Indonesia untuk terus berkembang di pasar Asia, terutama dengan meningkatnya kebutuhan flavor dan fragrance di sektor makanan dan wewangian atau aromatik.

Mane Indonesia berencana memperluas kapasitas produksi dan memanfaatkan teknologi baru untuk meningkatkan efisiensi dan inovasi produk dan sebagai Manufacturing and Project Engineering Director, Imam berperan besar dalam mewujudkan rencana ini.

“Kami ingin Mane Indonesia tidak hanya menjadi pemimpin di Indonesia, tetapi juga menjadi pusat inovasi untuk pasar Asia,” ujar Imam.

Imam juga berkomitmen untuk memperkuat posisi Mane Indonesia sebagai mitra utama bagi industri lokal maupun internasional.

“Dengan semakin banyaknya produk lokal yang berasil menembus pasar internasional, kami yakin Mane Indonesia bisa menjadi tulang punggung bagi kesuksesan tersebut, terutama melalui solusi flavor dan fragrance yang inovatif,” tambahnya.

Dengan kontribusi lebih dari dua dekade, Imam Syuhada telah membuktikan diri sebagai pemimpin yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki visi besar untuk masa depan Mane Indonesia.

“Bagi saya, kesuksesan Mane Indonesia bukan hanya soal angka, tetapi juga bagaimana kami memberikan dampak positif kepada pelanggan, masyarakat, dan lingkungan,” tutup Imam, salah satu sosok yang berkontribusi membawa Mane Indonesia ke puncak industri flavor dan fragrance di tanah air.